● online
Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan
Rp 5.000.000| Kode | F314 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sempana |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sempana |
| Pamor | : Adeg (Singkir) |
| Tangguh | : Blambangan |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Cendana |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Cendana |
| Pendok | : Bunton Topengan, Bahan Tembaga |
| Mendak | : Selut Njeruk Keprok, Bahan Tembaga |
Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan
Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan
Keris ini berdhapur Sempana Luk 11, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan elegan. Dhapur Sempana telah lama menjadi favorit dalam dunia perkerisan, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, melambangkan perjalanan hidup yang ditempuh dengan keteguhan, pembelajaran, dan usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Berpamor Singkir, bilah ini menampilkan pola garis-garis pamor yang membujur dari pangkal hingga ujung. Selain memberi kesan tegas dan berwibawa, pamor Singkir juga tergolong cukup jarang dijumpai pada dhapur seperti Sempana. Secara filosofis, pamor ini dimaknai sebagai simbol perlindungan dari berbagai hal buruk, sekaligus pengingat bahwa perlindungan terbaik lahir dari kebijaksanaan, akhlak yang baik, dan keteguhan iman.
Ditinjau dari garap dan karakter bilahnya, keris ini bertangguh Blambangan. Tangguh ini dikenal memiliki pasikutan yang anggun dengan besi berwarna keputihan, pamor yang tampak menyatu kuat pada bilah, serta proporsi yang serasi. Karakter tersebut menjadikan keris bertangguh Blambangan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta dan kolektor tosan aji.
Perpaduan dhapur Sempana Luk 11, pamor Singkir, dan tangguh Blambangan menghadirkan sebilah keris yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan nilai sejarah, budaya, dan filosofi Nusantara.
F314
Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.205 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Brojol Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang relatif sederhana. Dalam tradisi perkerisan Jawa, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol kelahiran, kelancaran, dan harapan agar seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan dengan baik. Pamor Buntel Mayit Pamor Buntel Mayit dikenal melalui pola pamor yang tampak seperti lilitan atau balutan yang… selengkapnya
Rp 12.000.000DHAPUR BALEBANG Balebang merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan, keteguhan, dan kemampuan menjadi tempat bertumpu. Piwulangnya adalah bahwa seseorang perlu memiliki pendirian yang kuat sekaligus mampu memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. PAMOR PEDARINGAN KEBAK Pedaringan Kebak secara harfiah berkaitan dengan pedaringan, yaitu… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000DHAPUR KEBO LAJER Kebo Lajer merupakan nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofi, nama kebo yang melambangkan kerbau dapat dikaitkan dengan kekuatan, keteguhan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Piwulangnya mengingatkan manusia agar memiliki daya tahan dan tetap teguh dalam menjalankan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Kulit Semangka mengambil nama dari pola yang mengingatkan pada… selengkapnya
Rp 2.500.000
















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.