● online
Keris Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Rp 1.700.000| Kode | P192 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wahyu Tumurun |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Mendak | : Parijata Bahan Kuningan |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Keris Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
Menurut Narendra Ing Tanah Jawi (1928), dhapur Tilam Upih—yang juga disebut Jaka Piturun—dibuat pada tahun 261 Saka pada masa Prabu Dewa Budhawaka. Dhapur ini dibuat bersamaan dengan dhapur Balebang atau Pamunah.
Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris yang paling populer di Nusantara. Bentuknya bisa ditemukan di hampir semua tangguh, mulai dari tangguh sepuh sanget hingga kamardikan masa kini.
Secara bentuk, Tilam Upih mirip dengan dhapur Brojol dan Tilam Sari. Bedanya, Brojol tidak memakai ricikan tikel alis, sedangkan Tilam Sari memiliki tikel alis dan tingil. Tilam Upih sendiri memakai tikel alis tanpa tingil.
Keris Tilam Upih termasuk keris yang tidak pemilih, sehingga bisa dikenakan oleh siapa saja—baik rakyat biasa maupun bangsawan. Biasanya dipakai oleh orang yang sudah berkeluarga atau berusia lanjut, tetapi anak muda pun tetap bisa mengenakannya.
Filosofi:
Tilam Upih berarti “pembaringan yang putih suci dan indah”. Maknanya adalah pengingat agar manusia selalu menjaga perilaku, menjalankan perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, sebagai bekal saat kembali kepada Sang Pencipta.
Pamor Wahyu Tumurun tampil dengan pola yang bersih, teratur, dan memancarkan wibawa lembut. Dalam tradisi perkerisan, pamor ini dimaknai sebagai simbol turunnya anugerah, petunjuk, dan kejelasan batin. Biasanya dikaitkan dengan keberuntungan dalam kepemimpinan, peningkatan derajat, serta kemantapan dalam mengambil keputusan penting.
P192
Keris Tilam Upih Pamor Wahyu Tumurun
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 144 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Parungsari Pamor Udan Mas Tiban Amangkurat Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Mesem Pamor Segoro Muncar Amangkurat Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan… selengkapnya
Rp 4.600.000Keris Kalamisani Pamor Wahyu Tumurun Kalamisani merupakan dhapur keris lurus yang memiliki ricikan antara lain; sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Filosofi keris pusaka kalamisani ini diartikan sebagai keadaan seorang manusia semenjak masih di alam ruh. Di alam ruh dia umpama sebagai cahaya kebiruan yang sangat jernih,… selengkapnya
Rp 3.777.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Sempana Bungkem Pusaka yang istimewa ini memiliki nama dhapur yang begitu fenomenal. Namanya Sempono Bungkem.. Ciri khas otentik yang gampang sekali kita lihat adalah sekar kacang pada gandiknya yang menancap dan menyatu dengan gandiknya. Sekar kacang inilah yang disebut dengan sekar kacang mbungkem. Konon Keris Sempono Bungkem memiliki angsar yang baik untuk membungkam lawan… selengkapnya
Rp 20.000.000












Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.