● online
- Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
- Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan Sepu
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Sengkelat Kinatah Emas 9 Wadana
- Keris Carita Keprabon Pedaringan Kebak Istimewa
- Kaos LEGOWO Tanpa Sambat
- Keris Brojol Gonjo Iras Tuban Winongan
- Keris Brojol Tangguh Majapahit Sepuh
Keris Tilam Upih Pamor Byor Pedaringan Kebak
Rp 3.000.000| Kode | F317 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Cirebon |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Byor Pedaringan Kebak
Keris Tilam Upih Pamor Byor Pedaringan Kebak Tangguh Cirebon Era Mataram Sultan Agung
Keris ini berdhapur Tilam Upih, salah satu dhapur lurus yang paling dikenal dalam dunia perkerisan Nusantara. Nama Tilam Upih bermakna tikar dari pelepah pinang yang digunakan sebagai alas beristirahat, sehingga menjadi simbol ketenteraman, keharmonisan, dan kesejahteraan keluarga. Karena makna filosofinya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dhapur ini sejak dahulu sering dijadikan pusaka warisan keluarga sebagai doa agar kehidupan rumah tangga senantiasa dipenuhi kedamaian, kecukupan, dan kebahagiaan.
Berpamor Byor Pedaringan Kebak, bilah ini menampilkan sebaran pamor yang memenuhi hampir seluruh permukaan bilah, menghadirkan kesan padat dan indah. Nama Pedaringan Kebak diambil dari tempat penyimpanan beras yang penuh, sehingga secara filosofis melambangkan rezeki yang cukup, hasil kerja keras yang membawa keberkahan, serta kehidupan yang makmur. Makna tersebut juga mengingatkan pentingnya usaha yang jujur, pengelolaan yang bijaksana, dan rasa syukur atas setiap nikmat yang diterima.
Ditinjau dari garap dan karakter bilahnya, keris ini bertangguh Cirebon Era Mataram Sultan Agung. Tangguh ini memperlihatkan perpaduan antara gaya garap khas Cirebon dengan kualitas material yang berkembang pada masa kejayaan Mataram. Hasilnya adalah bilah yang anggun, dengan karakter pesisir yang tetap terasa namun didukung kualitas tempa dan pamor yang sangat baik.
Perpaduan dhapur Tilam Upih, pamor Byor Pedaringan Kebak, dan tangguh Cirebon Era Mataram Sultan Agung menghadirkan sebilah keris yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mencerminkan kekayaan sejarah, budaya, dan filosofi luhur dalam tradisi tosan aji Nusantara.
F317
Keris Tilam Upih Pamor Byor Pedaringan Kebak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 35 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000Keris Naga Penganten Kinatah Emas Naga Penganten secara harfiah berarti sepasang pengantin naga. Naga kembar pada sor-soran ibarat pasangan mempelai pria dan wanita. Di Indonesia, salah satu daerah yang punya prosesi pernikahan panjang adalah Jawa. Pengantin dalam pandangan orang Jawa adalah Raja dan Ratu sehari. Kelengkapann busana raja pada motif naga pengantin dapat diintrepetasikan bahwa… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 3.300.000Keris Sinom Robyong Kinatah Emas Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang… selengkapnya
Rp 45.900.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Murma Malela Mataram Amangkurat Nama Murma Malela sendiri berasal dari dua kata Jawa kuno: murma yang berarti tenang, sabar, dan pasrah, serta malela yang berarti berani, teguh, dan tidak gentar. Maka, filosofi dari Murma Malela adalah keteguhan dalam ketenangan — keberanian yang tidak lahir dari amarah, melainkan dari keyakinan. Ia menjadi simbol pribadi yang… selengkapnya
Rp 3.700.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.