● online
Keris Sempaner Pamor Singkir
Rp 5.000.000| Kode | GT202 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sempaner |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sempaner |
| Pamor | : Singkir (Adeg) |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Kayu Timoho |
| Mendak | : Widengan Bahan Kuningan |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
Keris Sempaner Pamor Singkir
Dhapur Sempaner
SEMPANA BENER, ada yang menyebutnya dengan nama sempaner, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan biasanya permukaan bilahnya nglimpa. Sempaner mempunyai ricikan sebagai berikut; kembang kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis dan ri pandan. Menurut mitos atau dongeng Dhapur Sempaner dibabar oleh Mpu Ciptagati pada masa pemerintahan Nata Raja Budda Kresna tahun Jawa 265.
Jaman dahulu keris dhapur Sempaner banyak dimiliki oleh mereka yang aktif bekerja untuk raja atau kerajaan. Sebagian pecinta keris menganggap tuah keris dapur sempaner saat ini baik untuk dimiliki oleh orang yang masih aktif bekerja dalam dunia pemerintahan atau masyarakat. “Sae kagem ngabdi“. Sama halnya dengan keris brojol dan tilam upih, keris sempaner termasuk cukup populer dan banyak ditemui di segala tangguh, seperti tangguh Pajajaran hingga Nom-noman.
FILOSOFI, Sempaner berasal dari kata Sempana Bener atau Sumpena Bener secara harafiah berarti mimpi yang lurus (benar). Dalam arti yang lebih dalam dhapur Sempaner memuat suatu pesan angan-angan, harapan serta cita-cita. Dan apabila keinginan tersebut apabila dilandasi suatu pemahaman yang benar akan menjadi suatu kenyataan.
Bahwa manusia dalam menggapai keinginan hendaknya harus diselaraskan dengan kemampuan atau potensi yang dimiliknya. Seperti yang dinyatakan dalam ujar-ujar, “Bisa rumangsa, aja rumangsa bisa” atau bisalah merasakan jangan hanya merasa bisa dalam menggapai sesuatu. Atau orang hendaknya bisa mengukur batas-batas kemampuannya, jangan hanya merasa bisa tapi tanpa dibekali pengetahuan dan kemampuan yang memadai.
Sopo sing tekun bakal tekan, Tekun mempunyai pengertian mengerjakan sesuatu dengan rajin, ulet dan tidak putus asa atau putus di tengah jalan. Orang yang tekun tidak goyah oleh godaan dan kritikan orang lain yang tidak mendukungnya. Ketekunan terhadap suatu pekerjaan membuat bahagia orang yang mengerjakan. Orang lain yang memperhatikan pun akan ikut senang. Dari sini lama kelamaaan mengundang rasa hormat
Bener-Lurus, dalam beribadah kita selalu mohon kepada Tuhan YME agar selalu diberikan jalan yang lurus. Lurus berarti tidak menyimpang dari jalur yang telah ditetapkan. Lurus juga bisa berarti tidak berlebihan juga tidak kekurangan, berada di tengah-tengah. Seseorang yang jika di dalam hidupnya mengusahakan untuk selalu berada pada jalur yang ‘bener‘ berarti akan bertindak lurus dan luhur budinya.
Maka pemahaman yang benar yang diselaraskan dengan potensi yang dimiliki, serta usaha dengan tekun dan ikhitiar doa itulah yang akan mengantar kepada sebuah cita-cita, inilah esensi sebenarnya dari dhapur sempana bener.
Pamor Singkir
Pamor Singkir adalah penamaan umum untuk keris dengan motif gambaran pamor yang menyerupai garis-garis yang membujur dari pangkal hingga ujung bilah keris. Keris sengkelat dengan pamor ini memang sangat jarang ditemui, kebanyakan dhapur sengkelat memiliki pamor wos wutah maupun kulit semangka. Itulah sebabnya nilai dari keris sengkelat ini lumayan tinggi dan banyak diburu kolektor.
Sebenarnya Singkir bukan nama pamor, melainkan nama seorang empu yang tidak hanya satu orang dan dari zaman yang berbeda. Misalnya, ada Empu Singkir dari dusun Tapan pada zaman Pajajaran, Empu Ki Singkir Wonoboyo dari zaman Majapahit, Empu Singkir dari Sedayu, dan ada juga Empu Setra Banyu dari zaman Mataram.
Keris yang dibuat oleh para Empu yang bernama Singkir tadi kemudian dipercaya memiliki fungsi tertentu, seperti menolak geni (api), banyu (air), angin, dan baya (bahaya). Karna public opinion tersebut, kebiasaan sebagian orang lalu menyebutnya dengan pamor singkir, yang mempunyai konotasi untuk menolak halangan atau menyingkirkan hal-hal jelek yang tidak diinginkan (Kalis Ing Sambikolo).
Keris Sempaner Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.884 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Pusaka ini mengenakan busana model gayaman gagrak Surakarta. Kayu yang digunakan adalah kayu trembalo lawasan dengan gandar iras, yaitu dibuat tanpa sambungan sehingga memberikan kesan utuh dan kokoh. Bagian deder—yang di Surakarta dikenal sebagai jejeran—menggunakan model yudawinatan khas Surakarta, juga dari bahan trembalo lawasan. Ukirannya tampak sangat detail, dengan cecekan… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Carita Genengan Pamor Banyu Mili Carita Genengan berasal dari kata Carita (lakon atau perjalanan hidup) dan Genengan (Gunungan dalam wayang, melambangkan perjalanan spiritual manusia). Keris ini menggambarkan bahwa setiap individu menjalani kisah hidupnya sesuai dengan pilihan dan perannya masing-masing. Seperti Gunungan yang meruncing ke atas, manusia diharapkan semakin mendekat pada kesempurnaan jiwa, menyatukan rasa,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Putut Tangguh Tuban Sepuh Putut adalah salah satu dhapur keris lurus. Panjang bilahnya beragam, ada yang normal ada yang pendek. Selain itu, permukaan bilah keris dhapur Putut juga lebar dan rata. Gandik-nya diukir dengan bentuk orang duduk, atau seperti monyet duduk, tanpa ricikan lainnya. Seandainya ada ricikan hanyalah ri pandan atau thingil. Kata ‘Putut’… selengkapnya
Rp 2.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 45.000.000Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor Dhapur Kebo Dhungkul merupakan salah satu bentuk bilah yang sarat simbol keteguhan dan ketahanan. Sosoknya sederhana, cenderung membulat dan merunduk, melambangkan watak rendah hati, kuat menanggung beban, serta kesabaran dalam menjalani laku kehidupan. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka penyangga hidup—diam, namun bekerja tanpa henti. Keistimewaan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 35.000.000Dhapur Panimbal Dhapur Panimbal merupakan salah satu bentuk keris luk sembilan yang memiliki ciri khas fisik yang mudah dikenali. Bilahnya berukuran sedang dengan pemukaan memakai ada-ada, sehingga tampilannya tampak nggigir lembu. Ricikan yang menyertai di antaranya kembang kacang, lambe gajah, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Dhapur ini termasuk populer dan banyak dijumpai, terutama pada… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.