Beranda » Keris » Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat
click image to preview activate zoom

Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat

Rp 5.000.000
KodeF225
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris, Sabuk Inten
Jenis : Keris Luk 11
Dhapur Sabuk Inten
Pamor Kulit Semangka
Tangguh Mataram Amangkurat
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Trembalo
Mendak : Parijata Bahan Kuningan
Pendok : Blewah, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat

Dhapur Sabuk Inten

Secara ricikan, Sabuk Inten tergolong dhapur dengan kelengkapan tinggi dan garap matang. Bilahnya berluk sebelas, dilengkapi kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap depan-belakang, sraweyan, serta greneng atau eri pandan. Keseluruhan ricikan ini membentuk karakter pusaka yang tegas namun berwibawa—mewakili keseimbangan antara kekuatan lahir dan ketajaman batin.

Makna nama Sabuk Inten sendiri menyimpan filosofi yang sangat dalam. Inten melambangkan kemuliaan, kejernihan pikiran, dan keluhuran budi. Sementara sabuk—ikat pinggang—adalah simbol laku prihatin, pengendalian diri, kesabaran, dan ketekunan. Bagi orang Jawa, kemuliaan sejati tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kesanggupan mengikat hawa nafsu dan menapaki hidup dengan kesungguhan.

Pamor Kulit Semangka

Pusaka ini dihiasi Pamor Kulit Semangka, dinamai demikian karena pola pamornya menyerupai lapisan kulit buah semangka—teratur, berlapis, dan hidup. Dalam filsafat Jawa, pamor ini dimaknai sebagai lambang rezeki yang berkesinambungan: tidak datang secara tiba-tiba lalu habis, melainkan tumbuh seiring usaha, kecermatan, dan kebijaksanaan pemiliknya.

Tuah Pamor Ngulit Semangka dipercaya mendukung sikap optimis, keluwesan dalam pergaulan, serta ketajaman rasa dalam mengambil keputusan. Ia mengajarkan laku fleksibel nanging ora kecalan waton—mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsip. Rezeki yang dimaksud bukan semata materi, tetapi juga kemudahan relasi, kejernihan berpikir, dan ketenangan batin dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Tangguh Mataram Amangkurat

Keris ini ditangguhkan sebagai Mataram Amangkurat, sebuah era abad ke-17 yang dikenal berat, keras, dan penuh tekanan sejarah. Ciri tangguh ini tampak jelas pada tantingan bilah yang berat dan nggindel, besi yang ngrasak, pamor kasap dan tlotor-tlotor, baja tebal dengan sepuhan tua, serta bentuk bilah yang corok dan terkesan adheg-kaku. Gonjo besar, gandik rendah, dan pejetan yang jarang namun dalam, semakin menegaskan watak zaman tersebut.

Era Amangkurat adalah masa Mataram menghadapi pergolakan internal dan tekanan kuat VOC. Dalam situasi seperti itu, pusaka tidak lagi sekadar lambang estetika, melainkan penopang kekuatan batin dan keteguhan sikap. Keris Sabuk Inten bertangguh Mataram Amangkurat menjadi saksi zaman: bahwa di tengah kekuasaan yang diuji dan dunia yang bergejolak, manusia tetap dituntun untuk menjaga kejernihan budi, mengikat diri dengan laku prihatin, dan menempuh jalan kemuliaan dengan kesabaran serta kesadaran.

F225

Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 660 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait