● online
Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
Rp 1.800.000| Kode | F087 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pandhawa Prasaja |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pandhawa Prasaja |
| Pamor | : Pengawak Waja |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Jati |
Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
Pandhawa Prasaja
Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.
Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing.
Yudhistira melambangkan kejujuran dan kebijaksanaan,
Bima menggambarkan keberanian dan keteguhan,
Arjuna mencerminkan keindahan budi dan ketepatan sasaran,
Nakula dan Sadewa adalah cermin kesetiaan dan ketulusan hati.
Bersama-sama, kelimanya membentuk kesatuan watak yang utuh — lima sifat yang harus ada dalam diri manusia yang ingin menjadi satriya sejati.
Sementara itu, kata Prasaja bermakna sederhana, tulus, tanpa kemewahan yang berlebihan.
Dalam pandangan Jawa, kesederhanaan bukan tanda kelemahan, melainkan puncak dari kematangan batin.
Orang yang prasaja adalah ia yang telah selesai dengan egonya, tidak lagi haus akan pujian, dan mampu hidup dengan tenang dalam keseimbangan.
Maka Pandawa Prasaja dapat dimaknai sebagai lambang manusia yang berjiwa kesatria, tetapi tidak sombong; memiliki kekuatan, tetapi tetap rendah hati; berilmu tinggi, namun menempatkan diri dengan wicaksana.
Ia menjadi simbol laku spiritual seorang pemimpin yang memilih jalan kesahajaan, menjunjung nilai-nilai kebenaran tanpa harus menunjukkan keperkasaan.
Dalam dunia tosan aji, nama Pandawa Prasaja bukan sekadar penamaan dhapur, melainkan piweling bagi siapa pun yang menantingnya —
bahwa kebesaran sejati tidak diukur dari gemerlapnya penampilan, tetapi dari ketenangan hati dan kebeningan rasa di dalam diri.
Pengawak Waja
Dalam dunia perkerisan, setiap bilah keris tidak hanya menyimpan bentuk dan pamor, tetapi juga jiwa bahan yang membentuknya. Salah satu istilah penting yang sering disebut dalam hal ini adalah pengawak waja.
Kata pengawak berarti tubuh atau perawakan, sedangkan waja berarti baja. Maka, pengawak waja secara harfiah bermakna “berbadan baja”. Namun dalam tradisi tosan aji, istilah ini juga menggambarkan watak dan karakter dari sebuah pusaka.
Keris dengan pengawak waja adalah bilah yang tidak mengandung bahan pamor sama sekali. Seluruh bagian bilahnya disusun hanya dari besi dan baja murni, tanpa campuran bahan pamor seperti nikel atau meteorit.
Karena itu, bilah pengawak waja tampak polos dan bersih, namun tetap memiliki kilau khas dari baja yang ditempa dengan tingkat kemahiran tinggi.
Inilah yang membedakan pengawak waja dengan pamor keleng.
Keris pamor keleng masih mengandung bahan pamor di dalamnya, hanya saja motifnya tidak tampak ke permukaan karena teknik tempa dan proses perwarangan tertentu.
Sementara pengawak waja benar-benar murni tanpa pamor, menjadikannya tampil sederhana, tegas, dan berkarakter kuat.
Secara filosofi, pengawak waja melambangkan keteguhan, kemurnian niat, dan kejujuran batin.
Ia tidak menonjolkan keindahan visual, tetapi menghadirkan aura wibawa dari kesederhanaannya.
Bilah yang polos menjadi perlambang dari hati yang lurus dan tegak, tanpa hiasan yang menutupi jati dirinya.
Bagi para empu dan penghayat tosan aji, pusaka pengawak waja sering dianggap memiliki daya batin yang kuat — bukan karena kemilau pamornya, melainkan karena ketulusan yang terkandung di dalamnya.
Ia menjadi simbol bahwa sejatinya, kekuatan tertinggi tidak terletak pada rupa, melainkan pada kemurnian rasa.
P087
Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.409 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasupati Tangguh Mataram Kartasura Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah tercatat… selengkapnya
Rp 8.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 45.000.000Dhapur Kalamisani Kalamisani merupakan dhapur keris lurus yang memiliki ricikan antara lain; sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Filosofi keris pusaka kalamisani ini diartikan sebagai keadaan seorang manusia semenjak masih di alam ruh. Di alam ruh dia umpama sebagai cahaya kebiruan yang sangat jernih, suci serta bening. Ketika… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Sambada Luk 3 Pamor Ron Genduru “Ora saben pusaka kudu muni, nanging yen wis tumarima, atimu bakal krasa gumrenggah.” Sebuah ungkapan sederhana yang mengandung kedalaman rasa. Ada pusaka-pusaka yang tidak perlu bersuara, namun kehadirannya saja sudah mampu menggetarkan batin. Begitu pula pusaka ini—tidak hanya mencolok secara visual, tetapi juga memancarkan wibawa yang halus sekaligus… selengkapnya
Rp 13.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.900.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.