● online
- Keris Sabuk Inten Kinatah Gajah Singa
- Keris Brojol Gonjo Iras Tuban Winongan
- Keris Sinom Mataram Amangkurat
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Panimbal Kinatah Emas Pamor Untu Walang
- Keris Sempana Luk 9 Pamor Banyu Mili
- Kaos Ndudut Ati Edisi I - Keris dan Wayang
- Keris Sengkelat Kinatah Emas 9 Wadana
Keris Kidang Soka Luk 7 Pamor Adeg Rambut
Rp 2.300.000| Kode | P135 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Kidang Soka |
| Jenis | : Keris Luk 7 |
| Dhapur | : Kidang Soka |
| Pamor | : Adeg Rambut |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo |
Keris Kidang Soka Luk 7 Pamor Adeg Rambut
Dhapur Kidang Soka
Keris berdhapur Kidang Soka mengandung filosofi yang kaya, diambil dari karakter kidang (rusa) yang menjadi simbol utama dhapur ini. Kidang dikenal sebagai hewan yang lincah, tangkas, dan penuh kehati-hatian; sifat-sifat ini menjadi cerminan watak yang diharapkan bagi pemilik keris. Secara spiritual, keris Kidang Soka mengajarkan keanggunan dalam bertindak, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan bergerak luwes menghadapi tantangan hidup tanpa terburu-buru atau gegabah.
Secara simbolik, dhapur ini juga mencerminkan ketepatan waktu dan pengendalian diri. Layaknya rusa yang selalu waspada terhadap bahaya di sekitarnya, pemilik keris diajarkan untuk berhati-hati, menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama, dan mengatur langkah dalam menempuh kehidupan. Selain itu, keris Kidang Soka diyakini membawa tuah perlindungan, kelancaran usaha, dan keharmonisan rumah tangga, sehingga pemiliknya mampu menyeimbangkan antara ambisi, kewajiban, dan kehidupan spiritual.
Dengan filosofi tersebut, Keris Dhapur Kidang Soka bukan hanya simbol keindahan dan seni, tetapi juga pengingat spiritual bagi pemiliknya untuk senantiasa bertindak bijaksana, luwes, dan tetap rendah hati, sambil menghadapi kehidupan dengan kelincahan dan kesadaran penuh.
Pamor Adeg Rambut
Jenis Pamor Keris ini merupakan salah satu motif atau pola gambaran pamor yang bentuknya menyerupai deretan garis yang membujur dari pangkal hingga ujung keris, seperti rambut lurus yang terurai. Pamor dengan garis yang membujur sepanjang bilah tersebut bernama pamor adeg, karena pola garisnya lembut tidak tebal menyerupai rambut, maka biasa disebut sebagai pamor adeg mrambut, tapi jika garisnya terputus-putus biasa disebut pamor mrambut.
Sebuah mitos yang belum terpecahkan. Kala negeri ini masih berbentuk kerajaan, rakyatnya tak mengenal senapan atau bahan peledak berkekuatan tinggi. Saat itu, sebagai alat bela diri, tak lain adalah sebilah pusaka dan tombak.
Kedua senjata itu, masuk kategori senjata tikam. Bahan bakunya, dari besi baja. Keris dan tombak jugalah yang dipakai para prajurit kerajaan untuk mempertahankan kerajaannya dari serangan musuh.
Akibatnya, pande-pande besi kala itu bermuculan hampir di setiap desa, bagaikan jamur di musim penghujan. Seiring dengan munculnya pande besi sebagai pembuat senjata tajam untuk perlengkapan perang, pada waktu bersamaan lahir juga empu-empu digdaya pembuat pusaka.
Salah satu tosan aji produk dari salah satu empu itu, adalah sebilah keris berpamor Adeg. Dalam buku primbon pusaka dan diyakini kebenarannya oleh para pecandu tosan aji, tuah yang terkandung dalam pusaka berpamor Adeg itu mampu untuk menangkal guna-guna, menghindari gangguan makhluk halus, angin ribut dan kebakaran. Oleh karena itu pamor Adeg Mrambut juga ada yang menyebutnya sebagai pamor singkir pengejawentahan dari tuahnya untuk menyingkirkan mara bahaya dan segala yang tidak diinginkan, dalam jawa disebut singkir baya.
Oleh sebab itu, sampai sekarang pusaka berpamor Adeg ini terus diburu oleh para pemerhati pusaka. Tak bergeser jauh dari pamor Adeg, adalah pamor Adeg Iras, yang fungsinya kurang lebih tak jauh beda dengan pamor Adeg.
Pamor pusaka Adeg. Tampilan keris tak berluk ini, sangat sederhana. Pipih, dan bilahnya tak seberapa tebal. Demikian halnya dengan sor-sorannya. Sedangkan bentuk fisiknya, bagaikan seorang gadis beranjak dewasa. Anggun, tanpa polesan. Ini membuat siapa saja tertarik untuk memilikinya.
Adapun pamor yang menempel pada bilahnya, bentuknya garis lurus tak putus-putus yang membujur dari pangkal sampai ke ujung bilah.
Pamor Adeg, masuk kategori pamor rekan dan pamilih. Yakni pamor yang bentuknya dirancang terlebih dulu oleh si empu. Sedangkan pusaka yang memiliki pamor hampir sejenis dengan pamor Adeg, adalah pamor Adeg Iras. Hanya bedanya, kalau pamor Adeg Iras, garis lurus yang menempel dari pangkal sampai ke ujung bilah pusaka, bersinggungan dengan bagian ganja pusaka. Dan pada bagian ganja, garis-garis itu seolah-olah menyambung antara satu dengan yang lain sampai pada bagian pesi (bawah) pusaka.
Selain pamor Adeg dan Adeg Iras, pusaka berpamor sama dan diyakini memiliki tuah tak jauh beda, adalah pusaka berpamor Mrambut. Masih soal pamor. Pusaka berpamor Sada Saler, bentuk pamornya tak beda jauh dengan pamor Adeg, Adeg Iras dan Mrambut. Bedanya, bentuk pamor sada saler, yakni satu garis lurus membujur tanpa putus dari pangkal sampai ke ujung bilah.
P135
Keris Kidang Soka Luk 7 Pamor Adeg Rambut
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.360 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Brojol Tangguh Madura Koso Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi isoteri, seringkali dhapur keris Brojol ini dikaitkan dengan tuahnya “memperlancar kelahiran jabang bayi”. Sehingga mungkin banyak orang yang menganggap keris ini hanya cocok untuk mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar dan tidaknya mengenai tuah tersebut, hanya Tuhan yang mengetahui. Namun di sisi… selengkapnya
Rp 3.333.000Dhapur Kidang Soka Luk 7 Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka. Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering… selengkapnya
Rp 3.300.000Keris Megantara Kinatah Emas Pusaka yang betul-betul istimewa. Saya, dengan prejengan remukan karak seperti ini, merasa sangat beruntung dapat menanting dan merawatnya hingga hari ini. Jika kita amati bersama, pusaka ini tampil dengan pasikutan yang prigel, memiliki aura wingit, serta bentuk yang proporsional. Ornamen kinatah yang terukir hampir di seluruh bilahnya menjadi keistimewaan tersendiri. Hal… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000Wedhung Wedung atau Wedhung adalah salah satu jenis senjata tradisional Jawa yang dulu merupakan kelengkapan pakaian pejabat keraton tertentu. Tidak seperti keris yang hanya dikenakan oleh pria, di keraton wedung bisa dikenakan pria dan wanita. Bentuk wedung seperti pisau pendek, ujungnya runcing, sisi depannya tajam, sedangkan punggungnya tumpul. Pada sisi depan bagian bawah ada bagian… selengkapnya
Rp 4.555.000Keris Mesem Pamor Segoro Muncar Amangkurat Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan… selengkapnya
Rp 4.600.000Dhapur Keris Tilam Upih Menurut kitab sejarah Narendra Ing Tanah Jawi (1928) dhapur Tilam Upih (diberi nama Jaka Piturun) dibuat bebarengan dengan dhapur Balebang (diberi nama Pamunah) pada tahun 261 Saka pada era pemerintahan Nata Prabu Dewa Budhawaka. Dhapur Tilam Upih merupakan dhapur yang paling populer di seluruh wilayah Nusantara dan relatif bisa dijumpai pada… selengkapnya
Rp 3.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.