● online
Keris Brojol Tuban Singasari
Rp 5.111.000| Kode | F261 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Tuban era Singasari |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Kopi |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Trembalo |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Tuban Singasari
Keris Brojol Tuban Singasari
Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menekankan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen yang berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap terbuka dan apa adanya. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol awal mula, kelahiran, dan kesiapan menghadapi perjalanan kehidupan.
Pamor Pedaringan Kebak yang memenuhi bilah keris menghadirkan simbol kemakmuran dan kecukupan. Pedaringan adalah tempat menyimpan bahan pangan, sementara kebak bermakna penuh—sebuah perlambang rezeki yang tercukupi, kebutuhan hidup yang terpenuhi, serta keberlimpahan yang datang melalui ketekunan dan kerja nyata. Pamor ini tidak dimaknai sebagai kemewahan yang berlebihan, melainkan kecukupan yang menenteramkan dan memberi rasa aman.
Bertangguh Tuban pada era Singasari, keris ini mencerminkan karakter awal tradisi pesisir utara Jawa yang mulai matang dalam teknik dan jati diri. Pada masa ini, Tuban berkembang sebagai wilayah strategis yang menghubungkan pedalaman Singasari dengan dunia maritim. Keris-keris Tuban era Singasari umumnya menampilkan garap yang lugas, struktur bilah yang padat, serta pamor yang jelas namun tidak ramai—mencerminkan watak masyarakat pesisir yang praktis, terbuka, dan tidak bertele-tele.
Identitas Tuban tampak pada bilah yang cenderung nglimpo, dengan ricikan sederhana namun tegas. Karakter tempa yang matang menghasilkan pusaka yang fungsional sekaligus berwibawa, lebih menekankan kekuatan struktur dan makna daripada hiasan visual semata.
F261
Keris Brojol Tuban Singasari
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.673 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singa Barong Luk 5 Madura Sepuh Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 15.555.000Dhapur Keris Tilam Upih Menurut kitab sejarah Narendra Ing Tanah Jawi (1928) dhapur Tilam Upih (diberi nama Jaka Piturun) dibuat bebarengan dengan dhapur Balebang (diberi nama Pamunah) pada tahun 261 Saka pada era pemerintahan Nata Prabu Dewa Budhawaka. Dhapur Tilam Upih merupakan dhapur yang paling populer di seluruh wilayah Nusantara dan relatif bisa dijumpai pada… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Keris Brojol Pamor Mayang Mekar Keris Brojol dikenal sebagai salah satu dhapur yang paling sederhana sekaligus paling tua dalam dunia perkerisan Nusantara. Ia tidak memiliki luk, bentuk bilahnya lurus dengan ujung agak meruncing, gandik polos tanpa kembang kacang, dan ricikan yang sangat minimalis. Namun, justru dalam kesederhanaannya itulah tersimpan makna yang dalam. Kata brojol dalam… selengkapnya
Rp 13.000.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Sempaner SEMPANA BENER, ada yang menyebutnya dengan nama sempaner, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan biasanya permukaan bilahnya nglimpa. Sempaner mempunyai ricikan sebagai berikut; kembang kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis dan ri pandan. Menurut mitos atau dongeng Dhapur Sempaner dibabar oleh Mpu Ciptagati pada masa pemerintahan Nata… selengkapnya
Rp 5.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.