● online
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
Rp 6.000.000| Kode | P045 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sinom Robyong |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sinom Robyong |
| Pamor | : Tumpal Keli |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo |
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang tumbuh subur dan memancarkan energi positif ke sekelilingnya. Dari perpaduan kedua makna ini, Sinom Robyong menggambarkan perjalanan seseorang yang tengah memasuki fase pertumbuhan—baik secara batin maupun kehidupan lahiriah—dengan penuh rasa optimis dan keyakinan.
Secara filosofis, keris ini mengajarkan pentingnya memelihara sifat-sifat muda seperti keluwesan, kegigihan, dan kesediaan untuk belajar. Ia menjadi simbol bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi pada masa belia, tetapi juga dalam kedewasaan ketika seseorang terus membuka diri untuk memperbarui sikap, wawasan, dan pemahaman hidup. Energi robyong di dalamnya melambangkan rezeki yang berkembang, hubungan yang harmonis, dan kemampuan untuk menyebarkan kebaikan kepada banyak orang. Karena itu, Keris Sinom Robyong sering dikaitkan dengan keharmonisan rumah tangga, kelancaran usaha, serta keberuntungan yang tumbuh secara bertahap tetapi pasti.
Dalam konteks spiritual, keris ini mengingatkan bahwa keluwesan hati adalah kunci untuk membuka jalan menuju kematangan jiwa. Seperti daun sinom yang muda dan lentur, hati manusia pun harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tanpa kehilangan arah atau prinsip hidup. Ketika sifat fleksibel itu dipadukan dengan semangat robyong yang penuh pertumbuhan, seseorang dipercaya dapat mencapai keseimbangan antara dunia lahir dan batin.
Pada akhirnya, filosofi Keris Sinom Robyong menegaskan bahwa sebuah permulaan yang baik, dipandu oleh hati yang ringan dan tekad yang kuat, akan membawa seseorang menuju kehidupan yang berkembang, harmonis, dan penuh pancaran kebaikan. Keris ini bukan sekadar pusaka, melainkan pengingat akan pentingnya selalu bertumbuh dan memperluas kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.
P045
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.596 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Singo Barong Luk 13 Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Brojol Tuban Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menekankan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen yang berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap terbuka dan apa adanya. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai simbol awal mula, kelahiran, dan kesiapan menghadapi… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang erat dengan filosofi kelahiran dan awal kehidupan. Nama Brojol menggambarkan proses lahirnya manusia ke dunia, sehingga menjadi pengingat tentang kerendahan hati, kepasrahan, dan kesadaran akan asal kehidupan. Brojol juga dimaknai sebagai harapan agar setiap urusan dapat mbrojol,… selengkapnya
Rp 4.500.000DHAPUR BALEBANG Balebang merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan, keteguhan, dan kemampuan menjadi tempat bertumpu. Piwulangnya adalah bahwa seseorang perlu memiliki pendirian yang kuat sekaligus mampu memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. PAMOR PEDARINGAN KEBAK Pedaringan Kebak secara harfiah berkaitan dengan pedaringan, yaitu… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 110.000.000DHAPUR PARUNGSARI Parungsari adalah keris luk 13, dengan ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Nama Parungsari dapat dimaknai dari kata parung dan sari. Parung menggambarkan aliran yang melewati lekukan, sedangkan sari berarti inti atau sesuatu yang utama. Dari sini, Parungsari dapat dibaca sebagai gambaran perjalanan manusia… selengkapnya
Rp 3.500.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.