● online
- Keris Carita Genengan Pajajaran
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Sempana Pamor Singkir
- Keris Brojol Tangguh Madura Empu Koso
- Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Beras Wutah
- Keris Panimbal Kinatah Emas Pamor Untu Walang
- Keris Pasopati Damar Murub Urubing Dilah
- Keris Kidang Soka Luk 7 Pamor Adeg Rambut
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Rp 4.000.000| Kode | P040 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Mangkurat |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Mangkurat |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Trembalo |
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang penguasa atau pemimpin yang bukan hanya duduk di puncak kekuasaan, tetapi memikul beban kesejahteraan rakyat dan menjaga tatanan kehidupan agar tetap berjalan.
Ketika dhapur Mangkurat dipadukan dengan pamor Pedaringan Kebak, yang berarti lumbung penuh, maknanya menjadi semakin lengkap. Lumbung yang penuh bukan sekadar gambaran harta atau rezeki yang melimpah, melainkan keadaan di mana kebutuhan pokok tercukupi, suasana batin tenang, dan kehidupan berjalan makmur. Pedaringan Kebak menjadi simbol kelimpahan yang terjaga, namun bukan untuk disimpan sendiri, melainkan dibagikan agar memberi manfaat bagi banyak orang. Dalam konteks kepemimpinan, kelimpahan itu seharusnya menjadi sarana kesejahteraan bersama.
Perpaduan keduanya mengandung pesan bahwa seorang pemimpin sejati akan berusaha menjadikan lingkungan di bawah tanggung jawabnya berada dalam kecukupan. Lumbung penuh tidak boleh tertutup rapat, tetapi dibuka agar isinya mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Keris Mangkurat pamor Pedaringan Kebak dengan demikian bukan sekadar pusaka simbol wibawa, tetapi pesan moral kepada pemiliknya: bahwa kekuasaan dan keberlimpahan adalah amanah, bukan kemewahan. Rezeki yang penuh harus disyukuri dengan berbagi, dan jabatan yang tinggi harus dijalankan dengan kerendahan hati dan tanggung jawab.
Keris seperti ini secara spiritual sering dipandang baik bagi seseorang yang sedang menata peran sosial atau tengah diberi amanah besar, entah dalam skala keluarga, pekerjaan, usaha, wilayah, ataupun organisasi. Ia mengingatkan bahwa menjadi Mangkurat berarti siap memikul bumi—dan bahwa bumi itu idealnya subur, penuh, dan makmur melalui keberadaan pemiliknya. Dengan demikian, Mangkurat dan Pedaringan Kebak menjadi simbol keadilan dalam kepemimpinan dan kelimpahan yang membawa keberkahan.
P040
Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.025 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Kalamisani Kalamisani merupakan dhapur keris lurus yang memiliki ricikan antara lain; sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Filosofi keris pusaka kalamisani ini diartikan sebagai keadaan seorang manusia semenjak masih di alam ruh. Di alam ruh dia umpama sebagai cahaya kebiruan yang sangat jernih, suci serta bening. Ketika… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Pusaka ini mengenakan busana model gayaman gagrak Surakarta. Kayu yang digunakan adalah kayu trembalo lawasan dengan gandar iras, yaitu dibuat tanpa sambungan sehingga memberikan kesan utuh dan kokoh. Bagian deder—yang di Surakarta dikenal sebagai jejeran—menggunakan model yudawinatan khas Surakarta, juga dari bahan trembalo lawasan. Ukirannya tampak sangat detail, dengan cecekan… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Naga Bongkokan Kinatah Emas Dhapur keris Naga Bongkokan merupakan bentuk yang memvisualkan sosok naga yang tampak seperti dalam keadaan terikat atau dibongkok—sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang menunjukkan kondisi sesuatu yang terlilit, dibatasi, atau berada dalam ikatan tertentu. Naga dalam tradisi Jawa adalah perlambang kekuatan besar, kewibawaan, unsur penguasa air dan bumi, serta kemampuan… selengkapnya
Rp 40.000.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.