● online
Keris Jalak Ngore Pamor Kudung Tangguh Mageti
Rp 30.000.000| Kode | PNJ371 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Ngore, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Ngore |
| Pamor | : Kudung |
| Tangguh | : Mageti |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Jalak Ngore Pamor Kudung Tangguh Mageti
Dhapur Jalak Ngore
Keris Jalak Ngore merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Jalak Ngore menggunakan istilah yang dekat dengan penggambaran burung jalak yang sedang ngore, yakni mengurai atau merapikan bulu. Penamaan dhapur dalam tradisi Jawa kerap mengambil inspirasi dari alam dan perilaku makhluk hidup, yang kemudian diwujudkan dalam istilah untuk mengenali bentuk keris.
Dhapur Jalak Ngore memiliki identitas tersendiri dalam ragam dhapur keris lurus. Untuk mengenalinya, perlu diperhatikan susunan ricikan, proporsi bilah, serta keseluruhan pasikutan yang ditampilkan. Perpaduan unsur-unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memahami karakter dhapur sekaligus membedakannya dari dhapur keris lainnya.
Pamor Kudung
Pamor Kudung merupakan salah satu nama pamor dalam tradisi perkerisan Jawa. Kata kudung dalam bahasa Jawa dapat merujuk pada sesuatu yang menutupi atau menjadi penutup. Dalam pemaknaan berdasarkan namanya, istilah ini menghadirkan gambaran tentang perlindungan atau sesuatu yang menaungi.
Dalam pemaknaan simbolik masyarakat Jawa, pamor Kudung dapat dikaitkan dengan harapan akan perlindungan, keselamatan, dan kemampuan menjaga diri dalam menjalani kehidupan. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tafsir budaya terhadap nama pamor, bukan jaminan bahwa keris memiliki kemampuan tertentu. Dari sisi visual, pengenalan pamor Kudung tetap perlu memperhatikan pola yang benar-benar tampak pada bilah dan membandingkannya dengan referensi perkerisan.
Tangguh Mageti
Tangguh Mageti merupakan salah satu penyebutan tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang dikaitkan dengan Mageti, nama lama yang berhubungan dengan wilayah Magetan di Jawa Timur. Dalam penangguhan keris, nama daerah atau wilayah tertentu digunakan untuk mengelompokkan karakter keris berdasarkan tradisi, ciri pengerjaan, serta perkiraan lingkungan dan masa pembuatannya.
Penentuan tangguh Mageti dilakukan melalui pengamatan terhadap sejumlah unsur, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, dan pasikutan secara keseluruhan. Karena penangguhan merupakan bagian dari tradisi identifikasi keris, penyebutan Mageti sebaiknya dipahami sebagai atribusi yang perlu didukung oleh perbandingan dengan referensi yang relevan, bukan sebagai kepastian asal-usul hanya berdasarkan satu ciri fisik.
Keris Jalak Ngore dengan pamor Kudung dan tangguh Mageti ini menghadirkan perpaduan antara karakter dhapur lurus, nama pamor yang dapat dimaknai sebagai simbol perlindungan, serta atribusi tangguh yang berkaitan dengan tradisi perkerisan wilayah Mageti. Keseluruhan unsur tersebut menjadi bagian dari kekayaan pengetahuan tosan aji yang dapat dipelajari melalui bentuk, garap, penamaan, dan nilai budaya yang menyertainya.
PNJ371
Keris Jalak Ngore Pamor Kudung Tangguh Mageti
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 3.300.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki bentuk khas dan dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Sabuk Inten terdiri dari kata sabuk, yaitu ikat pinggang, dan inten, yaitu berlian atau permata. Sabuk adalah sesuatu yang mengikat dan menjaga, sedangkan inten menggambarkan sesuatu yang berharga. Dari sini, Sabuk Inten dapat dimaknai… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Pandhawa Prasaja Nama Pandawa Prasaja menyimpan ajaran luhur tentang keseimbangan antara kekuatan lahir dan kejernihan batin.Kata Pandawa merujuk pada lima kesatria utama dalam epos Mahabharata — Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelima tokoh ini bukan sekadar sosok dalam cerita pewayangan, tetapi simbol dari laku manusia yang berjuang menegakkan kebenaran dengan caranya masing-masing. Yudhistira melambangkan kejujuran… selengkapnya
Rp 1.800.000Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat Siapa yang tak kenal pohon pisang? Tanaman sederhana yang tumbuh di mana-mana, namun penuh makna kehidupan. Dari akar hingga daun, dari batang hingga buahnya — semua memberi manfaat, tak ada yang sia-sia darinya. Dari pohon inilah para empu leluhur kita mengambil ilham, lalu menurunkannya dalam wujud pusaka yang disebut… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.