● online
Keris Sabuk Inten Majapahit Pamor Keleng
Rp 11.000.000| Kode | PNJ369 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sabuk Inten |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sabuk Inten |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Tembaga |
Keris Sabuk Inten Majapahit Pamor Keleng
Keris Sabuk Inten
Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang dikenal dalam dunia perkerisan Jawa. Nama Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai ikat pinggang yang dihiasi permata. Dalam pemaknaan budaya, nama ini kerap dikaitkan dengan gambaran kemuliaan, kewibawaan, serta kedudukan yang terhormat.
Dhapur Sabuk Inten memiliki karakter bentuk yang khas dan menjadi salah satu nama dhapur yang cukup dikenal oleh para pecinta tosan aji. Keindahan bilahnya dapat dinikmati melalui keselarasan ricikan, proporsi, serta karakter garap yang membentuk keseluruhan pasikutan keris.
Pamor Keleng
Pamor Keleng merupakan sebutan bagi bilah keris yang tidak menampilkan motif pamor kontras seperti pada keris berpamor pada umumnya. Permukaan bilah cenderung memperlihatkan warna gelap atau kehitaman, sehingga perhatian lebih tertuju pada bentuk bilah, ricikan, serta karakter garapnya.
Kesederhanaan tampilan tersebut justru menghadirkan daya tarik tersendiri. Tanpa pola pamor yang mencolok, keindahan keris Keleng dapat dinikmati melalui ketegasan bentuk, detail pengerjaan, dan kesan yang muncul dari keseluruhan bilah.
Dalam tradisi perkerisan, istilah Keleng lebih merujuk pada penampilan bilah daripada nama motif pamor tertentu. Kondisi warna dan permukaan bilah juga dapat dipengaruhi oleh proses perawatan serta perjalanan usianya.
Tangguh Majapahit
Tangguh Majapahit merupakan salah satu kategori tangguh dalam tradisi perkerisan Jawa yang mengacu pada perkiraan zaman dan lingkungan budaya pembuatan keris pada masa Kerajaan Majapahit.
Penangguhan keris secara tradisional dilakukan dengan mengamati berbagai ciri, seperti bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pola garap, serta kesan umum atau pasikutan yang ditampilkan. Karena itu, penentuan tangguh tidak cukup hanya berdasarkan satu ciri fisik, melainkan perlu mempertimbangkan keseluruhan karakter keris dan membandingkannya dengan referensi yang relevan.
Keris Sabuk Inten pamor Keleng tangguh Majapahit ini menghadirkan perpaduan antara nama dhapur yang lekat dengan gambaran kemuliaan, tampilan bilah Keleng yang sederhana, serta atribusi tangguh yang merujuk pada salah satu periode penting dalam sejarah perkerisan Nusantara.
PNJ369
Keris Sabuk Inten Majapahit Pamor Keleng
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 16 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Carita Genengan Pajajaran Carito berarti sesuatu yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari. Manusia dalam hidupnya memainkan alur cerita (carito) dan lakonnya sendiri-sendiri. Hidup yang kita jalani sekarang adalah hasil dari pemilihan seseorang tentang keputusan dan peran kehidupan yang akan dijalaninya. Genengan / Gunungan adalah salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Parungsari Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru mengenalinya juga berarti keliru memahami… selengkapnya
Rp 4.300.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon merupakan salah satu nama dhapur keris yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Carita Keprabon dapat dikaitkan dengan gambaran cerita tentang keprabon, yakni hal-hal yang berhubungan dengan kedudukan raja, pemerintahan, serta kehidupan di lingkungan keraton. Nama ini menghadirkan kesan kewibawaan dan keluhuran yang lekat dengan nilai-nilai kepemimpinan dalam kebudayaan… selengkapnya
Rp 5.000.000DHAPUR BALEBANG Balebang merupakan salah satu nama dhapur dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan, keteguhan, dan kemampuan menjadi tempat bertumpu. Piwulangnya adalah bahwa seseorang perlu memiliki pendirian yang kuat sekaligus mampu memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. PAMOR PEDARINGAN KEBAK Pedaringan Kebak secara harfiah berkaitan dengan pedaringan, yaitu… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Sempaner Dhapur Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Karakter bentuknya menghadirkan kesan sederhana dan tegas, dengan daya tarik yang dapat diamati melalui keselarasan bilah, ricikan, serta keseluruhan garapnya. Kesederhanaan tersebut dapat menjadi bahan perenungan bahwa perjalanan hidup tidak selalu membutuhkan penampilan yang berlebihan. Keteguhan pendirian, kesungguhan dalam bekerja, dan… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Kebak Keris ini memiliki dhapur Jalak Tilam Sari, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana namun anggun. Ricikannya antara lain gandik lugas, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan tingil. Nama Jalak Tilam Sari dapat dimaknai sebagai perlambang kehidupan rumah tangga yang tenteram, berkecukupan, dan memiliki kehormatan. Jalak… selengkapnya
Rp 15.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.