● online
- Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
- Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Keba
- Keris Singa Pandawa Kinatah Emas HB V
- Keris Tilam Upih Pamor Gubet Buntel Mayat
- Keris Parungsari Kesultanan Cirebon
- Keris Mesem Pamor Wengkon Isen
- Keris Pamor Sodo Lanang
- Keris Sempaner Pamor Junjung Derajat
Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
Rp 150.000.000| Kode | P322 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Singa Sinebaning Dilah |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Singa Sinebaning Dilah |
| Pamor | : Udan Mas Tiban |
| Tangguh | : Amangkurat |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Cendana Wangi |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Perak Templek Hias Inten |
| Mendak | : Selut Njeruk Keprok, Bahan Perak Hias Inten |
Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
Dhapur Singa Sinebaning Dilah merupakan salah satu dhapur keris yang tergolong sangat langka, terutama pada kategori keris sepuh. Daya tarik utamanya terletak pada sosok singa yang dipahat anggun pada bagian gandik, dengan garap relief yang sangat rinci. Ketelitian pahatan tersebut memperlihatkan kematangan rasa sekaligus kepiawaian teknik seorang empu. Ricikan pada bilah juga masih tampak utuh dan terawat, menjadi penanda bahwa pusaka ini senantiasa dijaga dengan penuh penghormatan.
Lapisan saton memperlihatkan garap tempa yang penuh rasa, dengan sentuhan wasuhan yang relatif kurang matang sehingga karakter permukaan bilah masih tampak alami. Di atasnya hadir Pamor Udan Mas Tiban, berupa bulatan-bulatan kecil yang tersebar hampir merata di sepanjang bilah. Material bilah yang lebih dominan unsur baja menjadikan kontras pamor tidak tampil mencolok, namun justru memunculkan pesona yang halus, teduh, dan berwibawa. Dalam istilah Jawa, karakter semacam ini sering disebut merbawani, yaitu memiliki daya tarik yang lembut tetapi kuat.
Secara bentuk, ciri khas dhapur ini terdapat pada sogokan sineba. Berbeda dengan sogokan pada keris umumnya, sogokan depan dibuat jauh lebih panjang, bahkan dapat mencapai satu setengah hingga dua kali panjang sogokan biasa. Sogokan depan cenderung lurus, sedangkan sogokan belakang memiliki bentuk khas yang hampir tidak dijumpai pada dhapur lainnya. Karakter inilah yang menjadi identitas utama Dhapur Singa Sinebaning Dilah.
Menurut Basuki Teguh Yuwono dan Empu Totok Brojodiningrat dalam buku Keris Singa (2023), dhapur ini pada masa lampau merupakan pusaka yang diberikan kepada para pemimpin prajurit senior yang sedang menempuh laku spiritual. Singa menjadi lambang penjagaan, kewibawaan, dan kepemimpinan batin, bukan sebagai simbol kuasa untuk menguasai, melainkan kuasa untuk menjaga.
Secara etimologi, kata Singa merujuk pada bentuk singa yang dipahat pada gandik, sedangkan Sinebaning Dilah berasal dari kata sineba, yang berarti menghadap atau sowan dengan penuh hormat. Dalam filosofi Jawa, sineba melambangkan kerendahan hati, yakni sikap seseorang yang datang menghadap guru, raja, atau orang tua untuk menerima tuntunan, bukan untuk menunjukkan kehebatan. Makna inilah yang menjadikan dhapur ini memiliki kedalaman filosofi yang istimewa.
Dari sisi penangguhan, bilah ini memperlihatkan karakter kuat tradisi Mataram Amangkurat. Rasa besi, bentuk ricikan, hingga keseluruhan garap menunjukkan kesinambungan tradisi empu pada masa peralihan menuju awal berdirinya Keraton Surakarta. Meski demikian, di kalangan pecinta dan peneliti keris terdapat dua pandangan yang berkembang mengenai periode tersebut.
Pandangan pertama menyebut bahwa bilah-bilah yang dibuat pada masa awal Keraton Surakarta, khususnya pada pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana I hingga Pakubuwana III, layak dikelompokkan sebagai Tangguh Pakubuwana Sepuh karena telah memperlihatkan corak khas Surakarta.
Sementara itu, pandangan kedua berpendapat bahwa karya-karya pada masa tersebut masih lebih tepat digolongkan sebagai Tangguh Mataram Amangkurat. Alasannya, para empu yang berkarya pada masa awal Surakarta merupakan penerus langsung tradisi empu Mataram, sehingga pakem, rasa garap, teknik tempa, dan karakter bilahnya masih merupakan kesinambungan dari era Amangkurat.
Perbedaan pandangan tersebut merupakan hal yang lazim dalam dunia perkerisan. Penangguhan bukanlah ilmu yang bersifat mutlak, melainkan hasil perpaduan antara pengamatan terhadap ricikan, rasa garap, pengalaman, serta keluasan jam terbang seorang kurator. Oleh karena itu, penyebutan tangguh pada pusaka ini tetap terbuka terhadap berbagai sudut pandang yang dapat dipertanggungjawabkan.
Terlepas dari perbedaan penangguhan tersebut, satu hal yang tidak berubah adalah bahwa pusaka ini lahir dari masa ketika tradisi empu Jawa mencapai salah satu puncak kualitasnya. Sebuah karya adi luhung yang memadukan keindahan bentuk, kehalusan garap, kekuatan karakter, dan kedalaman filosofi, sehingga tetap menjadi rujukan serta kekaguman para pecinta tosan aji hingga hari ini.
Keris Singa Sinebaning Dilah Sepuh Langka
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.521 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Brojol Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang relatif sederhana. Karakternya yang tidak banyak menampilkan ragam ricikan menjadikan dhapur ini menarik untuk diamati dari sisi keselarasan bentuk dan garap bilahnya. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Brojol kerap dikaitkan dengan makna kelahiran, kelancaran, dan harapan agar seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad Keris ini memiliki dhapur Sempana luk 11, salah satu varian Sempana yang dikenal sederhana, proporsional, namun relatif lebih jarang dijumpai dibandingkan Sempana luk 9, 13, maupun 17. Ricikannya berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Nama Sempana berasal dari supeno, yang bermakna harapan, impian, atau cita-cita. Karena… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Megantara Kinatah Emas Pusaka yang betul-betul istimewa. Saya, dengan prejengan remukan karak seperti ini, merasa sangat beruntung dapat menanting dan merawatnya hingga hari ini. Jika kita amati bersama, pusaka ini tampil dengan pasikutan yang prigel, memiliki aura wingit, serta bentuk yang proporsional. Ornamen kinatah yang terukir hampir di seluruh bilahnya menjadi keistimewaan tersendiri. Hal… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur Sempaner Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Bentuknya menghadirkan karakter yang sederhana, tegas, dan tidak berlebihan dalam ricikan. Kesederhanaan ini memberikan ruang bagi kita untuk mengamati karakter bilah secara lebih mendalam, baik dari segi bentuk, garap, maupun keselarasan keseluruhannya. Secara filosofis, nama Sempaner dapat dijadikan bahan perenungan tentang pentingnya… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Singo Barong Luk 13 Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang dikenal dalam dunia perkerisan Jawa. Nama Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai ikat pinggang yang dihiasi permata. Dalam pemaknaan budaya, nama ini kerap dikaitkan dengan gambaran kemuliaan, kewibawaan, serta kedudukan yang terhormat. Dhapur Sabuk Inten memiliki karakter bentuk yang khas dan menjadi… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Naga Sapta Kinatah Emas Naga adalah salah satu makhluk mitologis yang jejaknya hadir hampir di seluruh belahan dunia. Setiap peradaban memiliki tafsir dan rupa tersendiri tentang naga, termasuk masyarakat Jawa yang mengenalnya sebagai makhluk agung, penjaga kesucian, sekaligus simbol kekuatan yang berasal dari alam adikodrati. Dalam tradisi Jawa, kisah-kisah tentang naga bukan sekadar dongeng,… selengkapnya
Rp 150.000.000


































Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.