● online
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
Rp 35.000.000| Kode | DON320 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pudhak Panimbal |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Pudhak Panimbal |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho Pelet Mbelang Sapi |
| Deder/Handle | : Krajan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
Keris Pudhak Panimbal Pamor Wengkon Isen Tangguh Amangkurat
Keris Pudhak Panimbal merupakan salah satu dhapur yang tergolong langka dalam dunia perkerisan Nusantara. Dhapur ini merupakan pengembangan dari Panimbal, dengan ciri khas tambahan ricikan pudhak sategal pada bagian sor-soran yang memberikan karakter unik sekaligus nilai filosofi yang mendalam.
Nama Pudhak Panimbal memadukan dua simbol utama. Pudhak adalah bunga pandan yang dikenal memiliki aroma harum, melambangkan nama baik, keluhuran budi, dan kebermanfaatan bagi sesama. Sementara Panimbal merupakan palu kecil yang digunakan empu saat menempa keris, berfungsi sebagai pemberi aba-aba dalam proses penempaan. Karena itu, Panimbal dimaknai sebagai simbol kepemimpinan, kemampuan memberi arah, dan menggerakkan orang lain dengan kebijaksanaan.
Perpaduan kedua makna tersebut menghadirkan filosofi bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya memiliki kemampuan untuk memerintah, tetapi juga mampu membawa ketenteraman, menjadi teladan, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Wibawa tidak hanya berasal dari kedudukan, melainkan dari sikap, akhlak, dan kebijaksanaan.
Keris ini memiliki pamor Wengkon Isen, dengan ciri khas berupa garis bingkai pada tepian bilah yang mengelilingi bagian tengah berisi pamor. Kata wengkon berarti batas atau pagar, sedangkan isen berarti isi. Secara filosofi, pamor ini mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan: bahwa ilmu, harta, kedudukan, dan pengalaman harus selalu memiliki batas berupa pengendalian diri, akhlak, dan kebijaksanaan.
Ditinjau dari bentuk, garap, dan karakter bilahnya, keris ini bertangguh Mataram Amangkurat. Tangguh ini dikenal memiliki karakter yang tegas, kuat, dan berwibawa. Ciri khasnya tampak pada garap yang kokoh, perpaduan besi dan baja yang berkarakter, serta pamor yang sering tampil hidup dengan kesan mubyar dan berisi. Kehadiran ricikan seperti ron dha nunut semakin memperkuat identitas gaya Amangkurat yang khas.
Masa Amangkurat I merupakan periode penting dalam sejarah Mataram, sebuah masa ketika kerajaan menghadapi berbagai dinamika politik dan pergolakan besar. Karakter zaman tersebut seolah tercermin dalam keris-keris tangguh Amangkurat yang tampil tegas, kokoh, dan memiliki perbawa kuat.
Perpaduan dhapur Pudhak Panimbal yang langka, pamor Wengkon Isen yang penuh makna, serta tangguh Mataram Amangkurat menjadikan keris ini bukan hanya sebuah karya seni tempa, tetapi juga sebuah warisan budaya yang merekam filosofi kepemimpinan, keseimbangan hidup, dan perjalanan panjang sejarah Nusantara.
DON320
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 906 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Tangguh Madura Koso Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi isoteri, seringkali dhapur keris Brojol ini dikaitkan dengan tuahnya “memperlancar kelahiran jabang bayi”. Sehingga mungkin banyak orang yang menganggap keris ini hanya cocok untuk mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar dan tidaknya mengenai tuah tersebut, hanya Tuhan yang mengetahui. Namun di sisi… selengkapnya
Rp 3.333.000Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan Keris ini berdhapur Sempana Luk 11, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan elegan. Dhapur Sempana telah lama menjadi favorit dalam dunia perkerisan, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, melambangkan perjalanan hidup yang ditempuh dengan keteguhan, pembelajaran, dan… selengkapnya
Rp 5.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 1.900.000DHAPUR SINOM ROBYONG Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun. Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Keris Pandawa Lare Keleng Majapahit Keris ini memiliki dhapur Pandhawa Lare, salah satu dhapur keris luk 5 dengan ricikan berupa sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng. Nama Pandhawa Lare diambil dari kisah masa kanak-kanak para Pandawa ketika bersama Dewi Kunti menjalani berbagai ujian kehidupan setelah lolos dari peristiwa Bale Sigala-gala…. selengkapnya
Rp 7.500.000Keris Brojol Pamor Udan Mas Sepuh Sebilah keris lurus berdhapur Brojol ini menghadirkan kesederhanaan bentuk yang menyimpan kedalaman makna. Keistimewaannya terletak pada pamor Udan Mas, pamor klasik yang sejak lama dipandang sebagai salah satu simbol kemakmuran paling luhur dalam tradisi perkerisan Nusantara. Pamor Udan Mas kerap disalahpahami sebagai pamor yang menjanjikan kekayaan secara instan. Padahal,… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000




































Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.