● online
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Tilam Upih Tangguh Pasundan
- Keris Dholog Tangguh Pajang Mataram
- Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
- Keris Tilam Sari Mataram Kartasura
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Brojol Gonjo Iras Pamor Wengkon
- Keris Brojol Tangguh Majapahit Sepuh
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
Rp 35.000.000| Kode | DON320 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pudhak Panimbal |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Pudhak Panimbal |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho Pelet Mbelang Sapi |
| Deder/Handle | : Krajan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
Keris Pudhak Panimbal Pamor Wengkon Isen Tangguh Amangkurat
Keris Pudhak Panimbal merupakan salah satu dhapur yang tergolong langka dalam dunia perkerisan Nusantara. Dhapur ini merupakan pengembangan dari Panimbal, dengan ciri khas tambahan ricikan pudhak sategal pada bagian sor-soran yang memberikan karakter unik sekaligus nilai filosofi yang mendalam.
Nama Pudhak Panimbal memadukan dua simbol utama. Pudhak adalah bunga pandan yang dikenal memiliki aroma harum, melambangkan nama baik, keluhuran budi, dan kebermanfaatan bagi sesama. Sementara Panimbal merupakan palu kecil yang digunakan empu saat menempa keris, berfungsi sebagai pemberi aba-aba dalam proses penempaan. Karena itu, Panimbal dimaknai sebagai simbol kepemimpinan, kemampuan memberi arah, dan menggerakkan orang lain dengan kebijaksanaan.
Perpaduan kedua makna tersebut menghadirkan filosofi bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya memiliki kemampuan untuk memerintah, tetapi juga mampu membawa ketenteraman, menjadi teladan, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Wibawa tidak hanya berasal dari kedudukan, melainkan dari sikap, akhlak, dan kebijaksanaan.
Keris ini memiliki pamor Wengkon Isen, dengan ciri khas berupa garis bingkai pada tepian bilah yang mengelilingi bagian tengah berisi pamor. Kata wengkon berarti batas atau pagar, sedangkan isen berarti isi. Secara filosofi, pamor ini mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan: bahwa ilmu, harta, kedudukan, dan pengalaman harus selalu memiliki batas berupa pengendalian diri, akhlak, dan kebijaksanaan.
Ditinjau dari bentuk, garap, dan karakter bilahnya, keris ini bertangguh Mataram Amangkurat. Tangguh ini dikenal memiliki karakter yang tegas, kuat, dan berwibawa. Ciri khasnya tampak pada garap yang kokoh, perpaduan besi dan baja yang berkarakter, serta pamor yang sering tampil hidup dengan kesan mubyar dan berisi. Kehadiran ricikan seperti ron dha nunut semakin memperkuat identitas gaya Amangkurat yang khas.
Masa Amangkurat I merupakan periode penting dalam sejarah Mataram, sebuah masa ketika kerajaan menghadapi berbagai dinamika politik dan pergolakan besar. Karakter zaman tersebut seolah tercermin dalam keris-keris tangguh Amangkurat yang tampil tegas, kokoh, dan memiliki perbawa kuat.
Perpaduan dhapur Pudhak Panimbal yang langka, pamor Wengkon Isen yang penuh makna, serta tangguh Mataram Amangkurat menjadikan keris ini bukan hanya sebuah karya seni tempa, tetapi juga sebuah warisan budaya yang merekam filosofi kepemimpinan, keseimbangan hidup, dan perjalanan panjang sejarah Nusantara.
DON320
Keris Pudhak Panimbal Mataram Amangkurat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 28 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Pulanggeni Keleng Tangguh Majapahit Keris Pulanggeni dengan pamor keleng ini menghadirkan pesona klasik yang sederhana namun berwibawa. Bilah tanpa pamor yang menonjol menampilkan keindahan besi tempa secara alami, memperlihatkan kualitas garap yang matang sekaligus memberikan karakter teduh dan elegan. Ditinjau dari garap, bentuk bilah, serta karakter tempa, keris ini bertangguh Majapahit, salah satu periode… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Keris Naga Penganten Kinatah Emas Naga Penganten secara harfiah berarti sepasang pengantin naga. Naga kembar pada sor-soran ibarat pasangan mempelai pria dan wanita. Di Indonesia, salah satu daerah yang punya prosesi pernikahan panjang adalah Jawa. Pengantin dalam pandangan orang Jawa adalah Raja dan Ratu sehari. Kelengkapann busana raja pada motif naga pengantin dapat diintrepetasikan bahwa… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Tangguh Mataram Kartasura Keris ini berdhapur Tilam Upih, salah satu dhapur lurus yang sangat populer dalam tradisi perkerisan Nusantara. Bentuknya yang sederhana, seimbang, dan penuh makna menjadikan dhapur ini banyak dihormati serta sering diwariskan sebagai pusaka keluarga. Nama Tilam Upih berasal dari alas tidur sederhana berbahan pelepah pinang, yang… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000




































Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.