● online
Keris Kidang Soka Luk 7 Sepuh
Rp 3.300.000| Kode | HEM232 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Kidang Soka |
| Jenis | : Keris Luk 7 |
| Dhapur | : Kidang Soka |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Blewah, Bahan Tembaga |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Kidang Soka Luk 7 Sepuh
Dhapur Kidang Soka Luk 7
Berdasarkan buku keris terbitan Keraton Surakarta, dhapur Kidang Soka dicirikan oleh ricikan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sraweyan, dan ri pandan. Merujuk pada pakem inilah pusaka ini diidentifikasi sebagai Kidang Soka.
Meski dalam Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno dhapur Kidang Soka lebih sering dijumpai pada keris luk 9, disebutkan pula bahwa dhapur ini dapat muncul dalam berbagai jumlah luk—termasuk luk 7, 11, hingga 13—selama ricikan utamanya terpenuhi. Dengan demikian, kehadiran Kidang Soka dalam luk 7 tetap berada dalam koridor pakem yang sahih.
Secara etimologis, Kidang Soka tersusun dari kata kidang (kijang) yang melambangkan kelincahan dan kepekaan, serta soka, bunga merah kecil yang menjadi simbol ketulusan dan kehormatan. Perpaduan ini menghadirkan makna keseimbangan antara kecerdasan instingtif dan kejernihan budi. Secara filosofis, Kidang Soka menjadi pengingat agar manusia mampu melangkah sigap tanpa tergesa, peka tanpa curiga berlebihan, serta kuat namun tetap halus dalam sikap.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah—dikenal pula sebagai Beras Wutah—menampilkan bercak-bercak terang yang tersebar di bilah, menyerupai beras yang tumpah. Secara simbolik, pamor ini dimaknai sebagai lambang rejeki yang melimpah, keberkahan yang datang dari berbagai arah, serta kecukupan hidup yang terus mengalir.
Namun di balik makna kelimpahan tersebut, Wos Wutah juga mengandung pameling. Ungkapan “beras tumpah jarang kembali ke takarannya” menjadi pengingat agar keharmonisan, khususnya dalam rumah tangga, dijaga dengan penuh kesadaran. Sekali kepercayaan rusak, pemulihannya membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketulusan—dan tak selalu kembali seperti semula.
Tangguh Mataram Senopaten
Dalam Serat Centhini, keris tangguh Mataram Senopaten digambarkan berperawakan prigel, besinya bersemu biru, kering namun halus, pamor menancap pandhes, serta berwatak ngawat dan kencang—pusaka yang “tan ana kang nguciwani”. Karakter ini menunjukkan kesinambungan kuat dengan tradisi Majapahit, mengingat banyak empu pada masa Panembahan Senopati merupakan empu Majapahit atau keturunannya, termasuk Empu Supo Anom (Empu Kinom).
Rujukan lain dalam Pakem Pusaka Duwung, Sabet, Tombak karya R.Ng. Ronggowarsito menyebutkan ciri khas keris Senopaten berupa gandik sedang hingga agak panjang, sekar kacang besar, sogokan dalam dan lebar, bilah agak tebal dengan luk kekar, serta pamor putih terang dan alus. Tak jarang pula dijumpai gonjo sebit ron tal, yang memperkuat kesan tua, matang, dan berwibawa.
Keseluruhan unsur tersebut menegaskan tangguh Mataram Senopaten sebagai pusaka masa peralihan: kokoh dalam bentuk, matang dalam rasa, dan sarat nilai sejarah.
Keris Kidang Soka Luk 7 Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.824 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Waluring Luk 15 Kalawijan Pusaka ini hadir dengan busana Gayaman gagrak Surakarta yang dibuat dari kayu trembalo Aceh lawasan. Meski berusia tua, kondisinya masih sangat terjaga. Serat trembalo tampak tegas, nginden, dan memberi kesan estetis yang kuat pada keseluruhan wadag pusaka. Gaya busananya semakin lengkap dengan pendok mamas model blewah Surakarta yang menjadi penutup… selengkapnya
Rp 10.000.000Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka,… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Tilam Upih Mataram Kartasura Keris ini memiliki dhapur Tilam Upih, salah satu dhapur keris lurus yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Bentuknya sederhana dan tenang, dengan karakter yang tidak banyak menampilkan ornamen berlebihan. Nama Tilam Upih berkaitan dengan tilam sebagai alas untuk beristirahat dan upih sebagai pelepah pinang yang digunakan sebagai pelindung. Karena… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Brojol Tangguh Madura Koso Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi isoteri, seringkali dhapur keris Brojol ini dikaitkan dengan tuahnya “memperlancar kelahiran jabang bayi”. Sehingga mungkin banyak orang yang menganggap keris ini hanya cocok untuk mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar dan tidaknya mengenai tuah tersebut, hanya Tuhan yang mengetahui. Namun di sisi… selengkapnya
Rp 3.333.000DHAPUR SINOM ROBYONG Sinom Robyong memiliki banyak kesamaan dengan dhapur Sinom. Ricikannya antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng. Yang membedakannya adalah adanya jenggot pada sekar kacang dan greneng susun. Kata sinom berarti pucuk atau daun muda. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai simbol masa pertumbuhan, semangat,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Pamor Wengkon Isen Raja Kamkam Keris ini memiliki dhapur Brojol, salah satu dhapur keris lurus yang erat dengan filosofi kelahiran dan awal kehidupan. Nama Brojol menggambarkan proses lahirnya manusia ke dunia, sehingga menjadi pengingat tentang kerendahan hati, kepasrahan, dan kesadaran akan asal kehidupan. Brojol juga dimaknai sebagai harapan agar setiap urusan dapat mbrojol,… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Pamor Brahma Watu Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan menapaki laku hidup dengan sikap mantap dan terbuka. Pamor Brahma Watu tampil dengan motif gumpalan atau lingkaran menyerupai batu yang tersusun berurutan dari pangkal… selengkapnya
Rp 3.500.000Nagasasra Dhapur Keris Legendaris Dari sekian banyak dhapur yang dikenal dalam dunia perkerisan, Nagasasra menempati posisi istimewa. Namanya melegenda—dikenal bukan hanya di kalangan pecinta tosan aji, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mungkin tidak begitu akrab dengan dunia pusaka. Setiap kali nama-nama besar keris disebut, Nagasasra hampir selalu menjadi bagian dari pembicaraan. Salah satu penyebab… selengkapnya
Rp 120.000.000Keris Pasopati Pamor Wengkon Besi Hurap Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.