● online
- Keris Mesem Pamor Wengkon Isen
- Keris Jangkung Mataram HB Sepuh
- Keris Sengkelat Kinatah Panji Wilis
- Keris Sambada Luk 3 Pamor Ron Genduru
- Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru Sinebit Wineng
- Keris Korowelang Mataram Amangkurat
- Keris Sabuk Inten Kinatah Gajah Singa
- Keris Brojol Pamor Jung Isi Dunyo Tuban
Keris Brojol Kinatah Emas Rerajahan
Rp 21.000.000| Kode | DON179 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol (Kinatah Rerajahan) |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Gandar Iras |
| Deder/Handle | : Yuydawinatan, Kayu Trembalo |
| Mendak | : Kendhit Seling Mirah |
| Pendok | : Blewah Bahan Kuningan |
Keris Brojol Kinatah Emas Rerajahan
Dhapur Brojol
Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna.
Dhapur Brojol memang termasuk salah satu bentuk yang paling sering dijumpai. Pada masa lampau, dhapur ini banyak dibuat untuk kalangan rakyat, atau sebagai pusaka awal bagi mereka yang baru menapaki jalan kedewasaan spiritual. Tapi jangan salah — kesederhanaan bukan berarti tanpa makna. Setiap keris selalu membawa pesan dan nilai yang khas. Bila tidak pada bentuk dhapurnya, bisa jadi pada pamor, tangguh, atau garapnya. Karena dalam dunia tosan aji, tak ada keris yang benar-benar “tidak bernilai.” Yang ada hanyalah mata yang belum cukup peka untuk membacanya.
Pamor Wengkon Isen
Pamor Wengkon Isen, wengkon adalah pamor yang bentuknya menyerupai garis yang membingkai sepanjang sisi pinggir bilah. Pola pamor ini melambangkan perisai, perlindungan, atau penangkal terhadap suatu malapetaka, penyakit, nasib buruk dan kejadian-kejadian yang tak terduga. Sedangkan isen dalam bahasa Jawa artinya adalah isian. Maksud pamor wengkon isen adalah bentuk pamor wengkon yang mempunyai isian pamor lain di dalamnya. Tuahnya kira-kira hampir sama.
Meskipun tampil dengan bentuk lurus dan ricikan yang terbilang sederhana, pusaka ini sama sekali tidak kehilangan greget maupun wibawanya. Justru kesederhanaan itu dipertegas oleh kehadiran empat rajah—goresan tipis yang diduga menggunakan bahan mulia seperti emas—yang menambah nilai magis sekaligus spiritual pada bilahnya.
Tentang Kinatah Rerajahan
Secara umum, rajah merupakan guratan-guratan halus dari emas, perak, atau bahan tertentu yang diwujudkan dalam simbol-simbol sakral. Rajah dipercaya sebagai “pancaran doa” yang ditanamkan pada pusaka dengan tujuan memperkuat daya linuwih. Pada keris, tombak, atau pedang, rajah semacam ini diyakini mampu menambah kekuatan batin, perlindungan, dan karakter spiritual dari tosan aji tersebut.
Keempat rajah yang tercatat pada pusaka ini tentu bukan tanpa maksud. Masing-masing memiliki makna dan tuah yang berbeda, yaitu:
1. Rajah Alip
Bentuknya berupa satu garis lurus yang tebal, dengan ujung yang kadang sedikit membelok atau patah. Banyak dipercaya sebagai simbol keteguhan iman. Tuahnya diyakini membantu pemiliknya memperkuat batin, sehingga lebih mampu menahan godaan duniawi. Karena itu, seseorang yang memegang pusaka berrajah Alip dianjurkan menjauhi perilaku “ma lima”—mabuk, madon, main, madat, dan maling.
2. Rajah Sri Jagad
Rajah ini berbentuk wajik (belah ketupat atau jajar genjang), sebuah bentuk yang oleh masyarakat Jawa dihubungkan dengan kestabilan dan kecermatan. Tuahnya dipercaya membuat pemilik pusaka lebih ulet, tekun, serta lebih awas dalam membaca keadaan. Rajah ini seakan menjadi simbol keteguhan hati dan kecermatan langkah.
3. Rajah Nglar
Bentuknya menyerupai dua pedang bersilang mirip zulfikar, melambangkan keberanian yang berakar pada iman dan rasa keadilan. Rajah ini diyakini memancarkan tuah ketegasan—memberi keberanian dalam bersikap benar, sekaligus menegakkan keadilan dalam menghadapi kesewenang-wenangan.
4. Rajah Regeb Bayu
Sekilas mirip pamor tumpuk, namun dengan garis yang tidak mendatar lurus, melainkan sedikit melengkung. Rajah Regeb Bayu dipercaya membawa tuah perlindungan dari musibah mendadak. Dalam istilah Jawa disebut “singkir baya” atau “tulak bilahi”—menjauhkan bahaya dan menolak mara.
Dengan hadirnya keempat rajah ini, jelas bahwa pusaka tersebut bukan hanya benda budaya yang indah secara bentuk, tetapi juga sarat dengan pesan simbolis dan dimensi spiritual yang dalam. Ia menjadi perpaduan antara seni, laku, dan pitutur adiluhung yang diwariskan dari masa ke masa.
Keris Brojol Kinatah Emas Rerajahan
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.104 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasupati Kinatah Emas Panji Wilis Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 17.000.000Dhapur Sempaner SEMPANA BENER, ada yang menyebutnya dengan nama sempaner, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan biasanya permukaan bilahnya nglimpa. Sempaner mempunyai ricikan sebagai berikut; kembang kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis dan ri pandan. Menurut mitos atau dongeng Dhapur Sempaner dibabar oleh Mpu Ciptagati pada masa pemerintahan Nata… selengkapnya
Rp 5.000.000Dhapur Kidang Soka Keris berdhapur Kidang Soka mengandung filosofi yang kaya, diambil dari karakter kidang (rusa) yang menjadi simbol utama dhapur ini. Kidang dikenal sebagai hewan yang lincah, tangkas, dan penuh kehati-hatian; sifat-sifat ini menjadi cerminan watak yang diharapkan bagi pemilik keris. Secara spiritual, keris Kidang Soka mengajarkan keanggunan dalam bertindak, ketepatan dalam mengambil keputusan,… selengkapnya
Rp 2.300.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000Keris Karacan Luk 11 Kinatah Emas Nama “Karacan” berakar dari kata karacan atau karacaning, yang dalam tradisi Jawa sering dimaknai sebagai sesuatu yang memiliki nilai kehalusan, kecerdasan dalam bersikap, serta kemampuan melihat keadaan dengan lebih hati-hati. Pada masa lalu, keris dengan dhapur ini banyak dikaitkan dengan sosok yang memiliki perangai tenang, tidak gegabah, serta memiliki… selengkapnya
Rp 45.000.000Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Pusaka ini mengenakan busana model gayaman gagrak Surakarta. Kayu yang digunakan adalah kayu trembalo lawasan dengan gandar iras, yaitu dibuat tanpa sambungan sehingga memberikan kesan utuh dan kokoh. Bagian deder—yang di Surakarta dikenal sebagai jejeran—menggunakan model yudawinatan khas Surakarta, juga dari bahan trembalo lawasan. Ukirannya tampak sangat detail, dengan cecekan… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Sengkelat Luk 13 Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan… selengkapnya
Rp 7.000.000




















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.