● online
- Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
- Keris Sabuk Inten Kinatah Gajah Singa
- Keris Parungsari Luk 13 Amangkurat
- Keris Waluring Luk 15 Kalawijan
- Keris Tilam Upih Pamor Satriyo Pinayungan
- Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru Sinebit Wineng
- Keris Murma Malela Mataram Amangkurat
- Keris Sinom Mataram Amangkurat
Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
Rp 4.111.000| Kode | IR126 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Santan |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Santan |
| Pamor | : Pandita Bala Pandita |
| Tangguh | : Madiun Sepuh |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
Dhapur Santan
Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng.
Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan cucu Buyut dari Sang Hyang Wisnu.
Santan, adalah cairan berwarna putih susu yang berasal dari parutan daging kelapa tua yang dibasahi sebelum akhirnya diperas dan disaring. Santan pengejawentahan dari sebuah perjuangan hidup manusia yang terus mengalami penempaan layaknya santan yang diparut dan diperas hingga mendapatkan inti sari dari kesejatian hidup manusia itu sendiri.
Untuk menjadi orang yang hebat kita harus melalui proses jatuh bangun yang tidaklah gampang. Ujian akan datang silih berganti, yang akan menempa jiwa kita menjadi tangguh. Itu adalah bagian proses yang harus kita lalui agar kehidupan yang kita jalani lebih bermutu. Kuat dan sabar saat menanggung derita adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Jika setiap usaha kita selalu membuahkan hasil yang memuaskan tanpa tenaga ekstra, darimana kita belajar ikhtiar dan kerja keras. Jika doa kita selalu dikabulkan, darimana kita belajar bersabar, dan jika setiap apa yang kita inginkan selalu kita miliki, darimana kita belajar ikhlas ketika apa yang kita inginkan tak dapat kita peroleh, hidup sukses tidak didapatkan dengan mudah kecuali kita terlahir sebagai anak raja, bahkan seorang anak raja pun mesti belajar keras agar ia kelak mampu memimpin dan mensejahterakan rakyatnya, jika tidak tentu ia akan menjadi raja yang gagal dan dibenci rakyat nantinya.
Dalam hidup terkadang ada kalanya datang rasa sakit, perasaan tak nyaman, hinaan dan segala derita yang seringkali tidak kita inginkan. Tapi itulah proses yang harus kita lalui untuk mendapatkan sari pati kehidupan, santan dari kehidupan, yang akan menambahkan cita rasa kehidupan kita menjadi lebih gurih, dan mengantarkan kita pada pintu surgaNya. Seperti ketika kita mengendarai sepeda, saat mendaki kita membutuhkan tenaga yang lebih besar dari biasa.Jangan berhenti ketika mendapatkan ujian atau cobaan karena kelapa tidak akan menghasilkan sari pati bila prosesnya berhenti ditengah jalan. Semoga kesuksesan segera menghampiri kita.
Keris santan memiliki nilai filosofi manusia yang tinggi, banyak orang mempercayai dengan memiliki keris ini juga akan memiliki ketangguhan dalam hidupnya. Keris santan juga banyak diburu oleh kalangan pemimpin, pejabat, dan orang-orang yang mempunyai tanggung jawab besar dihidupnya.
Pamor Pandita Bala Pandita
Nama Pandita Bala Pandita sendiri memiliki arti yang dalam, yakni “pendeta berpasukan pendeta”. Kata “Pandita” berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam Bhagavad Gita Bab IV.19, pandita adalah manusia yang tidak memiliki keterikatan terhadap benda keduniawian:
“Yasya sarve samarambhah, kamasamkalpavarjitah, jnanagnidagdhakarmanam, tam ahuh panditham budhah”.
Terjemahannya: “Ia yang segala perbuatannya tidak terikat oleh angan-angan akan hasilnya dan ia yang kepercayaannya dinyalakan oleh api pengetahuan, diberi gelar Pandita oleh orang-orang yang bijaksana”.
Pandita dalam konteks ini mencakup berbagai golongan yang dihormati, seperti Pedanda, Bujangga, Maharsi, Bhagavan, Empu, Kiai, dan rohaniawan lainnya. Mereka sering kali menjadi penasehat raja (Purohito), menegaskan pentingnya peran mereka dalam kehidupan spiritual dan pemerintahan.
Dari segi tuah atau angsar, pamor Pandita Bala Pandita paling cocok dimiliki oleh para rohaniawan atau mereka yang menekuni dunia spiritual. Pamor ini diyakini dapat membantu pemiliknya menerima getaran-getaran gaib, memiliki mata batin yang tajam, dan memancarkan kewibawaan rohani. Pemilik keris dengan pamor ini dipercaya akan dihormati dan didengar oleh orang lain, memudahkan dalam mencari murid atau pengikut. Namun, pamor ini tergolong sangat pemilih dan tidak cocok untuk mereka yang masih melakukan perbuatan kurang baik, khususnya malima (perbuatan terlarang).
Keris dengan pamor Pandita Bala Pandita bukan hanya sekadar senjata, tetapi juga simbol spiritualitas dan keagungan. Memiliki keris ini berarti mengemban tanggung jawab moral dan spiritual yang besar, serta menjadi penuntun dalam kehidupan rohani yang penuh kedamaian dan welas asih.
Tangguh Madiun
Madiun tak bisa dipisahkan dari sejarah tosan aji. Hampir setiap peristiwa penting di daerah ini selalu berkaitan dengan keris, bahkan lambang kotanya memakai ikon keris di tengah. Setelah runtuhnya Pajang, Madiun yang enggan tunduk pada Mataram memperkuat diri dengan membuat banyak senjata, termasuk keris dan tombak. Karena dibuat di masa perang, keris Madiun lebih menonjolkan kekuatan ketimbang keindahan.
Bentuknya sering dianggap wagu dan sederhana, namun memiliki aura yang kuat dan angker. Dikenal pula bahwa Madiun pernah dua kali menggagalkan serangan Panembahan Senopati berkat pusaka Kanjeng Kiai Kala Gumarang. Akhirnya, lewat siasat pura-pura takluk, Mataram berhasil menguasai wilayah ini yang kemudian dikenal sebagai Madiun sejak 16 November 1950.
Namun anggapan bahwa semua keris Madiun berwujud sederhana dibantah oleh para empu lokal. Pada abad ke-19, Desa Sewulan di Madiun Selatan dikenal menghasilkan keris-keris berkualitas tinggi. Desa ini diyakini sebagai tanah perdikan peninggalan Majapahit dan tempat tinggal Empu Suro dari Demak, leluhur para pembuat keris Madiun. Masa keemasan Empu Sewulan terjadi di era Bupati Kusnodiningrat (1900–1929), ketika setiap lurah di Madiun mendapat hadiah sebilah keris. Sayangnya, sejak 1970-an, tradisi itu memudar dan para keturunan empu beralih menjadi pande besi.
IR126
Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.215 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Pusaka Sengkelat: Simbol Kesatria dan Peralihan Zaman Kepopuleran keris Sengkelat tidak dapat dilepaskan dari latar sejarah politik masa lalu, terutama ketika kejayaan Majapahit mulai meredup. Dalam berbagai babad, terdapat dua versi mengenai asal-usulnya. Versi pertama menyebut bahwa keris ini dipesan oleh Sunan Ampel kepada Mpu Supo, sementara versi lainnya mengatakan bahwa pemesannya adalah Sunan… selengkapnya
Rp 70.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda… selengkapnya
Rp 6.000.000Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh Gumbeng adalah salah satu dapur Keris yang sangat sederhana. Memiliki ricikan seperti Kebo Lajer, tetapi bilahnya lebih lebar. Gandik panjang dan umumnya berasal dari tangguh sepuh seperti era Pajajaran atau Tuban. Istilah Gumbeng, selain untuk menyebut dapur Keris, juga merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Jogjakarta, terutama di wilayah… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Mangkurat Pamor Pedaringan Kebak Dhapur Mangkurat pada sebuah keris merupakan simbol sosok pemimpin yang memikul amanah besar. Kata Mangkurat atau Amangkurat secara harfiah berasal dari “amangku” (memangku atau mengemban) dan “rat” (bumi atau negara), sehingga berarti pemangku negara, pengemban bumi, atau pihak yang menanggung tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang. Filosofi ini menggambarkan seorang… selengkapnya
Rp 4.000.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 40.000.000






















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.