● online
- Keris Singa Barong Luk 5 Madura Sepuh
- Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
- Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
- Keris Jalak Dinding Pamor Tunggak Semi Wirasat
- Keris Parungsari Pamor Udan Mas Tiban Amangkurat
- Keris Sabuk Inten Mataram Amangkurat
- Keris Patrem Brojol Madiun Sepuh
- Keris Carita Gandhu Pamor Lar Gangsir
Keris Tilam Upih Tangguh Madiun
Rp 2.500.000| Kode | F244 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Tilam Upih |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan Mamas |
| Mendak | : Widengan, Bahan Tembaga |
Keris Tilam Upih Tangguh Madiun
Keris Tilam Upih Tangguh Madiun
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 11 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 3.000.000Keris Pamor Sodo Lanang Sodo Sakler, Sodo adalah lidi, Sakler adalah satu batang, arti harafiahnya adalah Lidi Sebatang. Mungkin di setiap daerah berbeda penyebutannya, seperti ada yang menyebut adeg siji, sodo saren atau sodo lanang. Sesuai dengan namanya gambaran motif pamornya berupa garis lurus membujur sepanjang tengah bilah atau jika terdapat pada keris luk, garisnya membujur dari sor-soran hingga… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Pulanggeni Pulanggeni merupakan salah satu bentuk dhapur keris luk lima yang cukup populer di dunia perkerisan di Pulau Jawa. Pulang Geni bermakna ratus, hio atau dupa atau juga kemenyan (keharuman yang bersifat religius), memberikan makna bahwa dalam kehidupan banyaklah berbuat kebaikan agar jati diri menebar harum dan selalu dikenang walau hayat sudah tidak dikandung… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 21.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 3.600.000Dhapur Pasopati Dhapur Pasopati adalah salah satu keris lurus paling populer, dikenal dengan bilah ramping, ada-ada tegas, permukaan nggigir sapi, serta ricikan khas berupa kembang kacang pogog, lambe gajah satu, sogokan rangkap, greneng, kadang disertai gusen dan lis-lisan. Dalam catatan kuno seperti Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan, Pasopati sudah disebut sejak abad XII. Bahkan menurut… selengkapnya
Rp 20.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.