● online
- Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba
- Keris Carita Gandhu Pamor Lar Gangsir
- Keris Sempana Luk 9 Pamor Banyu Mili
- Keris Brojol Pamor Wos Wutah Sepuh
- Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontempor
- Keris Naga Siluman Pamor Blarak Sineret
- Keris Pandhawa Prasaja Pengawak Waja
- Keris Sabuk Inten Kinatah Gajah Singa
Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut
Rp 4.500.000| Kode | P238 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Pandawa Cinarita |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Pandawa Cinarita |
| Pamor | : Adeg Rambut |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Banaran, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Bunton Slorok, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut
Pandhawa Cinarita
Dhapur Luk Lima | Pamor Adeg Rambut | Tangguh Mataram Amangkurat
Pandhawa Cinarita adalah salah satu dhapur keris luk lima yang memiliki tempat istimewa dalam khazanah perkerisan Jawa. Bilahnya dijumpai dalam dua perawakan, nglimpa maupun nggigir sapi, dilengkapi ricikan kembang kacang, lambe gajah, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng, serta memakai ada-ada. Dahulu dhapur ini tergolong populer, meski kini relatif jarang dijumpai dalam kondisi utuh dan sepadan.
Secara tradisi, Pandhawa Cinarita dikenal sebagai dhapur yang bertuah baik bagi mereka yang mencari nafkah melalui lisan dan komunikasi. Tak heran jika pada masa lalu banyak dimiliki oleh para dalang. Hingga kini, dhapur ini tetap diburu oleh profesi yang mengandalkan kekuatan tutur dan pengaruh kata, seperti sales, MC, motivator, pembicara publik, seniman, jaksa, pengacara, dan profesi sejenis. Salah satu pusaka keraton Kasultanan Yogyakarta yang berdhapur Pandhawa Cinarita adalah Kanjeng Kyai Mulyokusumo, yang semakin menegaskan kedudukannya dalam tradisi keraton.
Filosofi Pandhawa Cinarita
Nama Pandhawa Cinarita merujuk pada kisah Pandawa dalam pewayangan. Dalam tradisi dakwah Sunan Kalijaga, lima Pandawa dimaknai sebagai simbol Rukun Islam—sebuah pendekatan kultural untuk menyampaikan ajaran tauhid melalui seni dan falsafah Jawa.
-
Puntadewa (Yudhistira) melambangkan Syahadat, dengan Jimat Kalimosodo sebagai simbol keimanan dan keteguhan hati.
-
Werkudara (Bima) melambangkan Salat, dengan sikapnya yang selalu tegak dan siap, menegaskan kewajiban ibadah dalam kondisi apa pun.
-
Arjuna (Permadi) melambangkan Puasa, di mana ketampanan dan godaan hawa nafsu menjadi ujian pengendalian diri.
-
Nakula dan Sadewa melambangkan Zakat dan Haji, kewajiban yang hanya ditunaikan oleh mereka yang mampu, namun menjadi penopang keseimbangan sosial umat.
Melalui pemaknaan ini, Pandhawa Cinarita tidak hanya berbicara tentang keindahan bentuk, tetapi juga tentang nilai keimanan, kemanusiaan, dan keseimbangan hidup.
Pamor Adeg Rambut
Pamor Adeg Rambut—sering pula disebut Adeg Mrambut—memiliki pola garis-garis lurus membujur dari pangkal hingga ujung bilah, menyerupai rambut yang terurai halus. Pamor ini termasuk pamor rekan dan pamilih, yakni dirancang secara sadar oleh empu sejak awal penempaan.
Dalam tradisi paduwungan, pamor Adeg dipercaya mengandung angsar singkir baya—menjauhkan pemiliknya dari mara bahaya, gangguan halus, serta pengaruh buruk. Makna ini tidak berdiri sebagai jimat semata, melainkan simbol keteguhan batin: berdiri lurus, tidak mudah goyah, dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang merusak keseimbangan hidup.
Tangguh Mataram Amangkurat
Keris ini bertangguh Mataram Amangkurat, sebuah periode sejarah yang dikenal keras, penuh pergolakan, dan sarat konflik internal. Ciri tangguh ini tampak jelas pada bilah yang berat dan nggindel, besi ngrasak, pamor kasap dan tlotor-tlotor, baja tebal dengan sepuhan tua, serta bentuk bilah yang corok dan berkesan kaku. Gonjo besar, gandik rendah, pejetan jarang namun dalam, dan luk yang kaku semakin menegaskan watak zamannya.
Secara visual, Pandhawa Cinarita tangguh Amangkurat ini tampak lebih birawa—besar, lebar, dan tegas—dibandingkan keris-keris Mataram pada umumnya. Karakter tersebut mencerminkan pribadi yang berpegang teguh pada prinsip, tidak mudah ditawar dalam hal yang diyakini benar. Keris-keris tangguh Amangkurat dikenal relatif jarang, seiring banyaknya pergolakan politik pada masanya, dan dipercaya memiliki tuah keberanian, ketegasan, serta wibawa kepemimpinan.
Pandhawa Cinarita dalam komposisi ini hadir bukan sekadar sebagai pusaka koleksi, melainkan sebagai representasi nilai: keteguhan iman, kekuatan tutur, kejernihan sikap, dan keberanian berdiri lurus di tengah zaman yang keras.
P238
Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 495 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasopati Damar Murub Urubing Dilah Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilahnya dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, greneng, ri pandan dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan. Keberadaan dhapur Pasopati telah… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Singa Sangu Tumpeng Singa Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris yang cukup langka. Ia termasuk jenis dhapur ganan yang banyak dicari oleh para pecinta tosan aji. Secara ricikan, dhapur Singa Sangu Tumpeng itu memiliki ciri khas yang sangat mudah ditengarai yakni ornaman singa lar atau singa bersayap pada gandiknya, lalu untuk ricikan lainnya… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur Sempana Luk 9 SEMPONO, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan, yang tergolong sederhana. Keris ini hanya memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Walaupun sederhana penampilannya, Sempana termasuk dhapur keris yang populer dan sering dijumpai. Pada jaman dahulu keris dengan dhapur sempono banyak dimiliki oleh para abdi… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 9.500.000Dhapur Brojol Dalam masyarakat yang memandang keris dari sisi esoteri, dhapur keris Brojol sering dikaitkan dengan tuah yang dipercaya dapat “memperlancar kelahiran jabang bayi.” Karena itu, sebagian orang menganggap keris ini hanya cocok bagi mereka yang berprofesi sebagai dukun bayi. Benar atau tidaknya kepercayaan itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui. Namun kenyataannya, banyak pula masyarakat… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat Siapa yang tak kenal pohon pisang? Tanaman sederhana yang tumbuh di mana-mana, namun penuh makna kehidupan. Dari akar hingga daun, dari batang hingga buahnya — semua memberi manfaat, tak ada yang sia-sia darinya. Dari pohon inilah para empu leluhur kita mengambil ilham, lalu menurunkannya dalam wujud pusaka yang disebut… selengkapnya
Rp 4.000.000Keris Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu pusaka yang begitu populer dalam khazanah tosan aji. Popularitasnya tak hanya karena keindahan bentuk dan garapnya, tetapi juga karena kisah dan simbolisme yang melekat di baliknya. Dalam berbagai babad dan tutur, Sabuk Inten sering digambarkan sebagai pusaka para bangsawan—lambang kemuliaan, kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Namun, berbeda… selengkapnya
Rp 25.500.000Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih bermakna tikar dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman dalam rumah tangga. Karena itu, dhapur Tilam Upih menjadi salah satu pusaka keluarga yang paling sering diwariskan turun-temurun. Para sesepuh memberikan dhapur ini kepada anak-cucu yang menikah sebagai doa agar rumah tangga mereka senantiasa tenteram, mulia, dan berkecukupan…. selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 6.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.