Beranda » Keris » Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut
click image to preview activate zoom

Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut

Rp 4.500.000
KodeP238
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris, Pandawa Cinarita
Jenis : Keris Luk 5
Dhapur Pandawa Cinarita
Pamor Adeg Rambut
Tangguh Mataram Amangkurat
Warangka : Gayaman Yogyakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Banaran, Kayu Trembalo
Pendok : Bunton Slorok, Bahan Kuningan
Mendak : Widengan, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Bagikan ke

Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut

Pandhawa Cinarita

Dhapur Luk Lima | Pamor Adeg Rambut | Tangguh Mataram Amangkurat

Pandhawa Cinarita adalah salah satu dhapur keris luk lima yang memiliki tempat istimewa dalam khazanah perkerisan Jawa. Bilahnya dijumpai dalam dua perawakan, nglimpa maupun nggigir sapi, dilengkapi ricikan kembang kacang, lambe gajah, sogokan rangkap, sraweyan, dan greneng, serta memakai ada-ada. Dahulu dhapur ini tergolong populer, meski kini relatif jarang dijumpai dalam kondisi utuh dan sepadan.

Secara tradisi, Pandhawa Cinarita dikenal sebagai dhapur yang bertuah baik bagi mereka yang mencari nafkah melalui lisan dan komunikasi. Tak heran jika pada masa lalu banyak dimiliki oleh para dalang. Hingga kini, dhapur ini tetap diburu oleh profesi yang mengandalkan kekuatan tutur dan pengaruh kata, seperti sales, MC, motivator, pembicara publik, seniman, jaksa, pengacara, dan profesi sejenis. Salah satu pusaka keraton Kasultanan Yogyakarta yang berdhapur Pandhawa Cinarita adalah Kanjeng Kyai Mulyokusumo, yang semakin menegaskan kedudukannya dalam tradisi keraton.


Filosofi Pandhawa Cinarita

Nama Pandhawa Cinarita merujuk pada kisah Pandawa dalam pewayangan. Dalam tradisi dakwah Sunan Kalijaga, lima Pandawa dimaknai sebagai simbol Rukun Islam—sebuah pendekatan kultural untuk menyampaikan ajaran tauhid melalui seni dan falsafah Jawa.

  • Puntadewa (Yudhistira) melambangkan Syahadat, dengan Jimat Kalimosodo sebagai simbol keimanan dan keteguhan hati.

  • Werkudara (Bima) melambangkan Salat, dengan sikapnya yang selalu tegak dan siap, menegaskan kewajiban ibadah dalam kondisi apa pun.

  • Arjuna (Permadi) melambangkan Puasa, di mana ketampanan dan godaan hawa nafsu menjadi ujian pengendalian diri.

  • Nakula dan Sadewa melambangkan Zakat dan Haji, kewajiban yang hanya ditunaikan oleh mereka yang mampu, namun menjadi penopang keseimbangan sosial umat.

Melalui pemaknaan ini, Pandhawa Cinarita tidak hanya berbicara tentang keindahan bentuk, tetapi juga tentang nilai keimanan, kemanusiaan, dan keseimbangan hidup.


Pamor Adeg Rambut

Pamor Adeg Rambut—sering pula disebut Adeg Mrambut—memiliki pola garis-garis lurus membujur dari pangkal hingga ujung bilah, menyerupai rambut yang terurai halus. Pamor ini termasuk pamor rekan dan pamilih, yakni dirancang secara sadar oleh empu sejak awal penempaan.

Dalam tradisi paduwungan, pamor Adeg dipercaya mengandung angsar singkir baya—menjauhkan pemiliknya dari mara bahaya, gangguan halus, serta pengaruh buruk. Makna ini tidak berdiri sebagai jimat semata, melainkan simbol keteguhan batin: berdiri lurus, tidak mudah goyah, dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang merusak keseimbangan hidup.


Tangguh Mataram Amangkurat

Keris ini bertangguh Mataram Amangkurat, sebuah periode sejarah yang dikenal keras, penuh pergolakan, dan sarat konflik internal. Ciri tangguh ini tampak jelas pada bilah yang berat dan nggindel, besi ngrasak, pamor kasap dan tlotor-tlotor, baja tebal dengan sepuhan tua, serta bentuk bilah yang corok dan berkesan kaku. Gonjo besar, gandik rendah, pejetan jarang namun dalam, dan luk yang kaku semakin menegaskan watak zamannya.

Secara visual, Pandhawa Cinarita tangguh Amangkurat ini tampak lebih birawa—besar, lebar, dan tegas—dibandingkan keris-keris Mataram pada umumnya. Karakter tersebut mencerminkan pribadi yang berpegang teguh pada prinsip, tidak mudah ditawar dalam hal yang diyakini benar. Keris-keris tangguh Amangkurat dikenal relatif jarang, seiring banyaknya pergolakan politik pada masanya, dan dipercaya memiliki tuah keberanian, ketegasan, serta wibawa kepemimpinan.


Pandhawa Cinarita dalam komposisi ini hadir bukan sekadar sebagai pusaka koleksi, melainkan sebagai representasi nilai: keteguhan iman, kekuatan tutur, kejernihan sikap, dan keberanian berdiri lurus di tengah zaman yang keras.

P238

Keris Pandawa Cinarita Pamor Adeg Rambut

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 495 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait