● online
- Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba....
- Keris Carita Keprabon Luk 11 Mataram Sultan Agung....
- Keris Brojol Kinatah Emas Rerajahan....
- Keris Pasopati Kinatah Emas Panji Wilis Mataram Se....
- Keris Yudo Gati Madura Sepuh....
- Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo....
- Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat....
- Keris Sempana Madura Sepuh....
Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer
Rp 7.200.000| Kode | TAG142 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Kontemporer |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Kyai Bagong Astrajingga |
| Pamor | : Lar Gangsir |
| Tangguh | : Kamardikan Kontemporer |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Kayu Timoho |
Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer
Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer
Keris ini bukan termasuk Pusaka sepuh, ia adalah Pusaka Kamardikan dengan gaya kontemporer. Kami pesan khusus kepada salah seorang Empu dengan ornamen yang berupa sosok Bagong.
Bagong adalah tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Ia melambangkan kritik sosial dan kecerdasan yang dibalut kepolosan. Ornamen Bagong pada keris mengajarkan bahwa kebenaran kadang datang dari yang sederhana dan bahwa kesederhanaan bisa menjadi alat pembuka kesadaran yang lebih tinggi.
Keris ini sengaja kami buat bukan tanpa sebab, ia merupakan salah satu penghubung rasa bagi kami kepada salah seorang Dalang kondang yang sangat iconik dengan tokoh bagong.
Ia adalah Almarhum Ki Seno Nugroho. Tepat saat kepergian beliau keris ini kami pesan. Meskipun Ki Seno telah tiada, lewat pusaka ini kami mengabadikan nilai-nilai dharma yang telah ia tanamkan kepada seluruh masyarakat pewayangan. Dan melalui keris ini pula Ki Seno akan tetap hidup dalam nilai serta dalam hati para pecintanya.
Begitulah Keris menjadi Pusaka, bukan hanya soal sepuh, dan hiasan emas yang menjadikannya bernilai, tetapi juga simbol, historis serta nilai yang sudah disematkan di dalamnya.
TAG142
Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.769 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Jalak Ngore Tuban Winongan Pada abad ke-15, Tuban dikenal sebagai daerah yang gemerlap dan dinamis. Letaknya sebagai pelabuhan besar dan kota kesyahbandaran Kerajaan Majapahit menjadikan wilayah ini sebagai ruang pertemuan berbagai budaya, gagasan, dan karakter manusia. Sebagai masyarakat pesisir, watak yang tumbuh pun cenderung terbuka, lugas, blak-blakan, serta toleran—nilai-nilai yang tercermin kuat dalam hasil… selengkapnya
Rp 7.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Jalak Dinding Pamor Tunggak Semi Wirasat Demak selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Jawa. Julukannya sebagai “Kota Wali” bukan sekadar predikat manis, tetapi representasi dari peran penting Demak sebagai poros penyebaran Islam di tanah Jawa. Di sinilah kerajaan Islam pertama berdiri, di sinilah para Wali Songo bertemu gagasan, membangun tradisi, dan meninggalkan jejak budaya… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan kesederhanaannya yang tenang. Bentuk bilahnya tidak mencari perhatian, namun justru memancarkan kesan mapan dan tertata. Dalam pemaknaan tradisi tosan aji, Tilam Upih kerap diartikan sebagai simbol alas hidup—tempat seseorang berpijak, beristirahat, dan menata keseimbangan antara lahir dan… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Naga Liman Kinatah Emas NAGA LIMAN, adalah salah satu bentuk dhapur keris, dimana bagian gandik keris diukir dengan bentuk kepala gajah, lengkap dengan belalainya (kadang dibuat sangat detail lengkap dengan bagian gading dan telinga) tetapi tanpa badan sang gajah itu sendiri karena badan naga liman merupakan perwujudan dari sosok ular (biasanya dibuat tersamar mirip… selengkapnya
Rp 37.000.000Keris Brojol Pamor Kul Buntet Sekar Lampes Mendapatkan pusaka sekelas ini kini menjadi hal yang semakin langka. Di era digital seperti sekarang, ketika literasi dan informasi begitu mudah diakses, banyak orang mulai memahami dan menelusuri dunia tosan aji dengan lebih cermat. Mereka tahu membedakan mana keris yang sekadar indah, mana yang benar-benar langka, dan mana… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Buto Ijo Dalam khazanah budaya Jawa, istilah buto merujuk pada sosok raksasa, sementara ijo berarti hijau. Dalam dunia pewayangan, para raksasa—disebut pula denawa atau golongan Asura—digambarkan jauh dari sifat ketuhanan (a-sura: bukan dewa). Bentuknya besar, buruk rupa, dan menakutkan: hidung melengkung seperti tepi perahu (canthiking baita), mata membulat lebar, mulut bergigi besar, taring panjang, rambut gimbal, bulu lebat (dhiwut), dan ekspresi… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Pasopati Dhapur Pasopati adalah salah satu keris lurus paling populer, dikenal dengan bilah ramping, ada-ada tegas, permukaan nggigir sapi, serta ricikan khas berupa kembang kacang pogog, lambe gajah satu, sogokan rangkap, greneng, kadang disertai gusen dan lis-lisan. Dalam catatan kuno seperti Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan, Pasopati sudah disebut sejak abad XII. Bahkan menurut… selengkapnya
Rp 20.000.000


















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.