● online
Keris Jalak Ngore Pamor Blarak Sineret
Rp 3.000.000| Kode | P029 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Ngore, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Ngore |
| Pamor | : Blarak Sineret |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
Keris Jalak Ngore Pamor Blarak Sineret
Dhapur Jalak Ngore
Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang tansah ngawe ngawe ngupaya boga, kinarya anyekapi ing bab kabetahanipun. Dhumateng tuk sumberipun, asal usulipun, inggih punika wangsul dhateng susuhipum ambekta kabetahaning gesangipun.
Terjemahan secara bebas : Bagi Orang Jawa, burung merupakan symbol pelipur duka, memberikan rasa senang dihati, menghilangkan rasa kejengkelan hati, sedangkan gambaran sosoknya, dimana kepakan sayapnya melambai lambai sambil mengepakkan sayap bersuara dengan keras ( Ngore) merupakan usaha dalam mencari pangan( nafkah) untuk memenuhi kebutuhan. Burung yang telah mendapatkan pangan kemudian pulang kembali ke sarangnya ( Rumah dan Keluarganya).
Jalak merupakan burung peliharaan dalam masyarkat jawa yang mempunyai kepekaan tinggi terhadap lingkungannya dan sesuatu ha lasing yang dijumpai (Wasoada). Dalam mencari makan, burung jalak mempunyai sifat saling menguntungkan (tidak merugikan orang lain). DI sisi lain, Jalak merupakan burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Kata Ngore dapat berasal dari kata “Mudhar”, yang berarti mengurai. Ngore mempunyai makna aktif bergerak melepaskan dari kesulitan / keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Hal ini Juga berorientasi pada ketekunan.
Pamor Blarak Sineret
Pamor Blarak Sineret secara harfiah berasal dari kata blarak yang berarti pelepah daun kelapa, dan sineret yang berarti diseret atau ditarik. Maka makna bahasanya mengacu pada pelepah kelapa yang diseret ke permukaan tanah. Bentuk visual pamor ini memang menyerupai guratan-guratan putih lurus memanjang, mirip garis daun kelapa yang ditarik, yang terlihat jelas membelah bilah keris dari arah pangkal menuju ujung. Pada bilahnya, garis-garis ini muncul dari material pamor yang biasanya berupa batu meteor atau nikel, sehingga tampak seperti serat terang keperakan yang sangat kontras dengan warna besi bilah.
Secara estetika, pamor Blarak Sineret tampil sederhana namun memikat. Ia tidak berkelindan rumit seperti pamor miring lainnya, tetapi justru menampilkan keindahan yang tegas, bersih, dan berirama. Guratan pamornya memberi kesan bilah menjadi lebih panjang, lebih gagah, serta lebih tegak wibawanya. Banyak pecinta keris yang menilai bahwa pamor ini memberi karakter keanggunan dan kekuatan dalam kesederhanaan.
Sementara secara esoteris, pamor Blarak Sineret diyakini memiliki filosofi “membersihkan dan menyingkirkan sesuatu yang menghalangi”. Pelepah kelapa yang diseret itu mengingatkan pada gerak sapu lidi yang mengumpulkan dan membersihkan kotoran. Karena itu, pamor ini sering dikaitkan dengan kemampuan pemiliknya dalam menata keadaan, mengatasi hambatan, atau mampu merapikan kondisi yang semrawut. Kepercayaan masyarakat lama menyebut bahwa pemilik keris dengan pamor ini akan tampak lebih berwibawa, dihormati, disegani dalam lingkungan sosial, serta mampu menyingkirkan kesulitan yang menghadang.
Dengan demikian, pamor Blarak Sineret bukan sekadar guratan indah pada bilah pusaka, tetapi simbol ketegasan, keteraturan, kemampuan menyelesaikan masalah, serta daya menjaga martabat diri. Ia menjadi perlambang bersihnya tujuan hidup, terarahnya langkah, dan kemampuan menuntaskan perkara dengan tenang namun pasti.
P029
Keris Jalak Ngore Pamor Blarak Sineret
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.366 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Kebo Dhungkul Dwi Pamor Dhapur Kebo Dhungkul merupakan salah satu bentuk bilah yang sarat simbol keteguhan dan ketahanan. Sosoknya sederhana, cenderung membulat dan merunduk, melambangkan watak rendah hati, kuat menanggung beban, serta kesabaran dalam menjalani laku kehidupan. Dalam tradisi tosan aji, dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka penyangga hidup—diam, namun bekerja tanpa henti. Keistimewaan… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sinom Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan,… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Jalak Dinding Pamor Tunggak Semi Wirasat Demak selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Jawa. Julukannya sebagai “Kota Wali” bukan sekadar predikat manis, tetapi representasi dari peran penting Demak sebagai poros penyebaran Islam di tanah Jawa. Di sinilah kerajaan Islam pertama berdiri, di sinilah para Wali Songo bertemu gagasan, membangun tradisi, dan meninggalkan jejak budaya… selengkapnya
Rp 20.000.000Keris Parungsari Pamor Udan Mas Tiban Amangkurat Dhapur Parungsari memiliki kemiripan yang kuat dengan dhapur Sengkelat, baik dari jumlah luk maupun ricikannya. Yang membedakan hanya lambe gajah, di mana Sengkelat memiliki satu lambe gajah, sedangkan Parungsari memiliki dua. Perbedaan kecil seperti ini—tingil, lambe gajah, sraweyan, atau odo-odo—sering kali menjadi penentu identitas dhapur keris, sehingga keliru… selengkapnya
Rp 9.000.000Keris Sambada Luk 3 Pamor Ron Genduru “Ora saben pusaka kudu muni, nanging yen wis tumarima, atimu bakal krasa gumrenggah.” Sebuah ungkapan sederhana yang mengandung kedalaman rasa. Ada pusaka-pusaka yang tidak perlu bersuara, namun kehadirannya saja sudah mampu menggetarkan batin. Begitu pula pusaka ini—tidak hanya mencolok secara visual, tetapi juga memancarkan wibawa yang halus sekaligus… selengkapnya
Rp 13.000.000Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Dholog Dholog adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gandik lugas, sogokan rangkap, tikel alis dan sraweyan. Ricikan lainnya tidak ada. “Jati nom arane dholog” Dholog berasal dari bahasa sansekerta yang artinya pohon jati muda. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Ada masa… selengkapnya
Rp 3.600.000










Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.