● online
Keris Brojol Pamor Mayang Mekar
Rp 13.000.000| Kode | P085 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Brojol, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Mayang Mekar |
| Tangguh | : Madura Sumenep |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras |
Keris Brojol Pamor Mayang Mekar
Keris Brojol Pamor Mayang Mekar
Keris Brojol dikenal sebagai salah satu dhapur yang paling sederhana sekaligus paling tua dalam dunia perkerisan Nusantara. Ia tidak memiliki luk, bentuk bilahnya lurus dengan ujung agak meruncing, gandik polos tanpa kembang kacang, dan ricikan yang sangat minimalis. Namun, justru dalam kesederhanaannya itulah tersimpan makna yang dalam.
Kata brojol dalam bahasa Jawa berarti lahir — keluar dari rahim kehidupan. Maka, keris dhapur Brojol sering dimaknai sebagai simbol kelahiran, awal mula perjalanan, dan kesucian niat. Ia melambangkan manusia yang baru menapaki laku hidup, bersih dari pamrih dan hiasan dunia.
Pada bilah Brojol ini tergurat pamor Mayang Mekar, sebuah motif yang menyerupai bunga mayang atau bunga kelapa yang sedang merekah. Pamor ini memiliki bentuk garis dan urat berpola simetris, menyerupai kelopak yang terbuka di tengah bilah.
Filosofi pamor Mayang Mekar menggambarkan pertumbuhan, kesuburan, dan kelimpahan rezeki.
Seperti bunga mayang yang menjadi awal dari buah kelapa — sumber kehidupan — pamor ini menjadi lambang harapan agar pemiliknya memperoleh kemajuan, keberkahan, dan kesejahteraan dalam hidup.
Perpaduan antara dhapur Brojol dan pamor Mayang Mekar menghadirkan makna yang selaras:
kesederhanaan yang melahirkan kemakmuran.
Bahwa segala keberkahan hidup selalu berawal dari niat yang tulus, kerja yang jujur, dan laku yang bersih.
Keris Brojol Pamor Mayang Mekar bukan sekadar pusaka, melainkan pengingat lembut tentang bagaimana manusia seharusnya menapaki hidup — sederhana dalam rupa, namun kaya dalam makna.
P085
Keris Brojol Pamor Mayang Mekar
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.164 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singa Barong Luk 5 Madura Sepuh Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 15.555.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Sengkelat Sengkelat, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Membicarakan… selengkapnya
Rp 20.000.000Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampak sederhana. Ia berdhapur Brojol — bilahnya lurus, polos, tanpa banyak ricikan. Hanya terdapat pejetan sederhana dengan gandhik yang lugas, tanpa hiasan sekar kacang, ganan, atau ornamen lainnya. Namun justru di situlah letak kejujurannya. Ia tampil apa adanya, tegas, lugas, dan jernih dalam makna. Dhapur Brojol memang termasuk salah… selengkapnya
Rp 2.900.000Dhapur Keris Tilam Upih Menurut kitab sejarah Narendra Ing Tanah Jawi (1928) dhapur Tilam Upih (diberi nama Jaka Piturun) dibuat bebarengan dengan dhapur Balebang (diberi nama Pamunah) pada tahun 261 Saka pada era pemerintahan Nata Prabu Dewa Budhawaka. Dhapur Tilam Upih merupakan dhapur yang paling populer di seluruh wilayah Nusantara dan relatif bisa dijumpai pada… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam tradisi Jawa, tilam upih bermakna tikar dari anyaman daun yang digunakan untuk tidur—sebuah simbol ketenteraman dalam rumah tangga. Karena itu, dhapur Tilam Upih menjadi salah satu pusaka keluarga yang paling sering diwariskan turun-temurun. Para sesepuh memberikan dhapur ini kepada anak-cucu yang menikah sebagai doa agar rumah tangga mereka senantiasa tenteram, mulia, dan berkecukupan…. selengkapnya
Rp 3.800.000Keris Naga Sapta Luk 7 Pamor Keleng Naga merupakan salah satu binatang mitologis yang melegenda hampir di seluruh dunia. Sebagai makhluk mitologis perwujudannya pun akan tampak berbeda-beda, tak terkecuali Naga Jawa. Kisah-kisah tentang Naga di Pulau Jawa pada umumnya berintikan kisah-kisah mitologis mengenai tuntunan (pedoman nilai-nilai luhur) dan tontonan (divisualkan secara indah). Dalam rentang sejarahnya… selengkapnya
Rp 7.200.000Dhapur Keris Parungsari Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua (2) lambe gajah,… selengkapnya
Rp 5.000.000









Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.