● online
- Keris Panji Nom Kinatah Emas Makoro
- Keris Korowelang Mataram Amangkurat
- Keris Singa Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru Sinebit Wineng
- Keris Jangkung Mataram HB Sepuh
- Keris Gumbeng Tangguh Tuban Sepuh
- Keris Klika Benda Pamor Wos Wutah
- Keris Panji Nom Kinatah Emas Gonjo Wilut
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Rp 2.000.000| Kode | F260 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Kelap Lintah, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Kelap Lintah |
| Pamor | : Adeg (Singkir) |
| Tangguh | : Kamardikan |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Asem |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
Dhapur Kelap Lintah merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan sosok bilahnya yang ramping, luwes, dan berkesan hidup. Nama kelap dan lintah sendiri mengandung makna kelincahan serta daya lekat—melambangkan kemampuan beradaptasi, ketahanan dalam menghadapi tekanan, dan kecerdikan dalam menyiasati keadaan. Dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka yang bekerja halus, tidak menonjolkan kekuatan secara kasar, namun efektif dalam menjalankan fungsinya.
Pamor Adeg, yang juga dikenal sebagai Singkir, hadir dengan garis-garis pamor yang berdiri tegak mengikuti arah bilah. Pamor ini dimaknai sebagai simbol keteguhan sikap, kejelasan pendirian, serta kemampuan untuk nyingkirake alangan—menyingkirkan rintangan dan hambatan dalam perjalanan hidup. Dalam laku spiritual Jawa, pamor Adeg dipercaya membantu pemiliknya untuk tetap tegak di tengah tekanan, tidak mudah goyah oleh pengaruh luar.
Bertangguh Kamardikan, keris ini merupakan hasil karya empu pada masa setelah runtuhnya tatanan keraton klasik. Tangguh Kamardikan mencerminkan era kebebasan ekspresi, di mana empu tidak lagi terikat ketat oleh pakem istana, namun tetap berakar pada tradisi. Keris-keris Kamardikan dikenal variatif dalam garap, terbuka dalam eksplorasi pamor dan besi, serta lebih menekankan kesesuaian karakter pusaka dengan kebutuhan zamannya.
F260
Keris Kelap Lintah Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.185 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 3.300.000Dhapur Carita Keprabon Kehidupan manusia seperti lakon dramatis yang terpampang di atas panggung dunia, bermain dalam skenario yang telah tertulis oleh Sang Pencipta. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, manusia tampil sebagai pemeran utama, menari di atas lingkaran waktu yang terus berputar. Carita, dalam konteks ini, melambangkan peristiwa atau gambaran sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari…. selengkapnya
Rp 25.000.000Dhapur Singa Sangu Tumpeng Singa Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris yang cukup langka. Ia termasuk jenis dhapur ganan yang banyak dicari oleh para pecinta tosan aji. Secara ricikan, dhapur Singa Sangu Tumpeng itu memiliki ciri khas yang sangat mudah ditengarai yakni ornaman singa lar atau singa bersayap pada gandiknya, lalu untuk ricikan lainnya… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur ParungsariParungsari adalah dhapur keris berluk tiga belas dengan perawakan bilah sedang. Dhapur ini dilengkapi ricikan kembang kacang, lambe gajah dua, sogokan rangkap, pejetan, sraweyan, serta greneng yang tertata seimbang. Secara bentuk, Parungsari kerap disamakan dengan dhapur Sengkelat. Namun pembeda utamanya terletak pada keberadaan dua lambe gajah, yang menjadi penanda khas Parungsari dan memberi kesan… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Mesem Pamor Segoro Muncar Amangkurat Dhapur Mesem sering kali dianggap serupa dengan Sempaner dan Tumenggung karena ketiganya memiliki bentuk lurus, sama-sama memakai sekar kacang, dan tidak menggunakan sogokan. Namun, bila dicermati lebih dalam, terdapat perbedaan halus di antara mereka. Dhapur Sempaner memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, tikel alis, pejetan, dan ripandan. Sedangkan… selengkapnya
Rp 4.600.000Keris Singa Barong Luk 5 Madura Sepuh Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan kelamin yang tegang sebagai simbol kejantanan. Motif singa pada gandhik Keris Singo Barong tampak mirip dengan kilin, yaitu arca binatang mitologi penunggu gerbang dalam budaya China yang banyak terdapat di klenteng. Artinya, hal itu menunjukkan adanya… selengkapnya
Rp 15.555.000Dhapur Singo Barong Luk 13 Dhapur Singa Barong dikenal memiliki ragam luk yang beragam, mulai dari lurus, luk 3, luk 5, luk 7, hingga luk 13. Seluruhnya memiliki ciri khas yang sama pada bagian gandik, berupa ornamen Singa Jantan dalam posisi duduk bertumpu pada kedua kaki belakang, dengan kedua kaki depan lurus menyangga tubuh. Pada beberapa pusaka, ornamen ini… selengkapnya
Rp 100.000.000Dhapur Tilam Upih Dalam adat Jawa, terdapat tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yaitu Metu, Manten, dan Mati—atau kelahiran, perkawinan, dan kematian. Peristiwa perkawinan memiliki tradisi khusus berupa keris Kancing Gelung, di mana pada masa lampau, orang tua pihak mempelai perempuan memiliki kewajiban utama memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Jika pihak… selengkapnya
Rp 3.500.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.