● online
Keris Sinom Mataram Amangkurat
Rp 3.000.000| Kode | F235 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sinom |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sinom |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Sono Keling |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Sinom Mataram Amangkurat
Dhapur Sinom
Sinom adalah salah satu dhapur keris lurus dengan ricikan antara lain sekar kacang, jalen, lambe gajah satu, pejetan, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng.
Sinom, dalam arti harfiah, merujuk pada daun pohon asem yang masih muda atau pada rambut halus di dahi—bathuk dalam bahasa Jawa—yang lembut dan tipis. Dari sifat alamiahnya, sinom melambangkan kelembutan, kesopanan, dan keteduhan. Ia mencitrakan karakter yang enom, muda, dan segar, layaknya seorang anak yang baru mulai mengenal dunia dan belajar menempatkan diri.
Dalam konteks sosial, nilai sinom mengajarkan bahwa dalam berinteraksi dengan sesama, seseorang idealnya menjaga intonasi suara yang lembut, ramah, murah senyum, dan menghargai lawan bicara. Tidak hanya fasih bertutur kata, tetapi juga mampu mendengarkan dengan empati. Sikap demikian membuat kehadiran seseorang terasa nyaman dan menyejukkan, hingga orang yang diajak berinteraksi dapat merasa kesengsem—terkesima oleh kelembutan dan budi pekertinya.
Lebih jauh, sinom juga menjadi simbol jiwa muda: semangat yang segar, optimis, terbuka, dan penuh rasa ingin tahu. Ia menggambarkan energi yang memancar dari seseorang yang tetap berpikiran hangat dan mudah beradaptasi, apa pun usia biologisnya. Jiwa muda bukan hanya soal umur, tetapi tentang kemampuan menjaga hati tetap ringan, pikiran tetap lentur, dan sikap tetap bersahaja dalam menjalani hidup.
Dengan demikian, sinom mencerminkan perpaduan antara kelembutan budi, kesantunan dalam bertutur, serta semangat muda yang memberi warna pada perjalanan hidup manusia.
Pamor Ngulit Semangka
Disebut pamor ngulit semangka, karena pamor yang dibuat oleh sang Empu mirip sekali dengan corak pada kulit buah semangka. Dalam filosofi budaya Jawa, Keris dengan Pamor Ngulit Semangka ini dipercaya mempunyai tuah yakni mendatangkan rejeki yang berlimpah, membuat pemilik Keris dengan Pamor Ngulit Semangka ini menjadi orang yang lebih percaya diri (optimis), bijaksana dalam memutuskan suatu permasalahan (dinamis), dan pandai dalam pergaulan untuk menyesuaikan dengan segala keadaan (flexible).
Tangguh Mataram Amangkurat
Keris ini ditangguhkan sebagai Mataram Amangkurat, sebuah era abad ke-17 yang dikenal berat, keras, dan penuh tekanan sejarah. Ciri tangguh ini tampak jelas pada tantingan bilah yang berat dan nggindel, besi yang ngrasak, pamor kasap dan tlotor-tlotor, baja tebal dengan sepuhan tua, serta bentuk bilah yang corok dan terkesan adheg-kaku. Gonjo besar, gandik rendah, dan pejetan yang jarang namun dalam, semakin menegaskan watak zaman tersebut.
Era Amangkurat adalah masa Mataram menghadapi pergolakan internal dan tekanan kuat VOC. Dalam situasi seperti itu, pusaka tidak lagi sekadar lambang estetika, melainkan penopang kekuatan batin dan keteguhan sikap. Keris Sabuk Inten bertangguh Mataram Amangkurat menjadi saksi zaman: bahwa di tengah kekuasaan yang diuji dan dunia yang bergejolak, manusia tetap dituntun untuk menjaga kejernihan budi, mengikat diri dengan laku prihatin, dan menempuh jalan kemuliaan dengan kesabaran serta kesadaran.
F235
Keris Sinom Mataram Amangkurat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3.806 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Kebak Keris ini memiliki dhapur Jalak Tilam Sari, salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana namun anggun. Ricikannya antara lain gandik lugas, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan tingil. Nama Jalak Tilam Sari dapat dimaknai sebagai perlambang kehidupan rumah tangga yang tenteram, berkecukupan, dan memiliki kehormatan. Jalak… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000Keris Kelap Lintah Pamor Singkir Dhapur Kelap Lintah merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dengan sosok bilahnya yang ramping, luwes, dan berkesan hidup. Nama kelap dan lintah sendiri mengandung makna kelincahan serta daya lekat—melambangkan kemampuan beradaptasi, ketahanan dalam menghadapi tekanan, dan kecerdikan dalam menyiasati keadaan. Dhapur ini kerap dimaknai sebagai pusaka yang bekerja… selengkapnya
Rp 2.000.000DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki bentuk khas dan dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Sabuk Inten terdiri dari kata sabuk, yaitu ikat pinggang, dan inten, yaitu berlian atau permata. Sabuk adalah sesuatu yang mengikat dan menjaga, sedangkan inten menggambarkan sesuatu yang berharga. Dari sini, Sabuk Inten dapat dimaknai… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Pamor Singkir Tangguh Blambangan Keris ini berdhapur Sempana Luk 11, salah satu dhapur klasik yang dikenal dengan bentuknya yang sederhana, proporsional, dan elegan. Dhapur Sempana telah lama menjadi favorit dalam dunia perkerisan, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Nama Sempana dimaknai sebagai harapan atau cita-cita, melambangkan perjalanan hidup yang ditempuh dengan keteguhan, pembelajaran, dan… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000DHAPUR SABUK INTEN Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai ikat pinggang berlian atau permata. Secara filosofi, nama ini dapat dimaknai sebagai simbol tekad, keteguhan, dan nilai diri. Sebagaimana permata yang bernilai, manusia juga diingatkan untuk menjaga kualitas diri melalui laku, kejujuran, dan tanggung jawab. PAMOR KULIT SEMANGKA Pamor Kulit Semangka mengambil nama dari kemiripannya… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Kebo Kantong Luk 5 Madiun Sepuh Keris dhapur Kebo Kantong mengandung filosofi tentang kekuatan batin, kesabaran, dan kemampuan menampung. Nama “Kebo” mengingatkan pada kerbau yang teguh dan sabar, melambangkan keteguhan hati seseorang dalam menghadapi tantangan hidup. Sementara “Kantong” menjadi simbol kapasitas untuk menerima dan menyimpan berkah, ilmu, atau pengalaman hidup, yang kelak dapat dibagikan… selengkapnya
Rp 10.000.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000

















Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.