● online
- Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh
- Keris Santan Pamor Pandita Bala Pandita
- Keris Sinom Kinatah Emas Mataram Amangkurat
- Keris Sempana Luk 11 Pamengkang Jagad
- Keris Jalak Tilam Sari Sepuh Pamor Pedaringan Keba
- Keris Sinom Mataram Amangkurat
- Keris Brojol Pamor Tambal Sepuh
- Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
Rp 45.900.000| Kode | P017 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Sinom Robyong |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sinom Robyong |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : HB VIII (Hamengkubuwana ke-8) Putran |
| Warangka | : Gayaman Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho |
Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda yang tumbuh subur dan memancarkan energi positif ke sekelilingnya. Dari perpaduan kedua makna ini, Sinom Robyong menggambarkan perjalanan seseorang yang tengah memasuki fase pertumbuhan—baik secara batin maupun kehidupan lahiriah—dengan penuh rasa optimis dan keyakinan.
Secara filosofis, keris ini mengajarkan pentingnya memelihara sifat-sifat muda seperti keluwesan, kegigihan, dan kesediaan untuk belajar. Ia menjadi simbol bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi pada masa belia, tetapi juga dalam kedewasaan ketika seseorang terus membuka diri untuk memperbarui sikap, wawasan, dan pemahaman hidup. Energi robyong di dalamnya melambangkan rezeki yang berkembang, hubungan yang harmonis, dan kemampuan untuk menyebarkan kebaikan kepada banyak orang. Karena itu, Keris Sinom Robyong sering dikaitkan dengan keharmonisan rumah tangga, kelancaran usaha, serta keberuntungan yang tumbuh secara bertahap tetapi pasti.
Dalam konteks spiritual, keris ini mengingatkan bahwa keluwesan hati adalah kunci untuk membuka jalan menuju kematangan jiwa. Seperti daun sinom yang muda dan lentur, hati manusia pun harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tanpa kehilangan arah atau prinsip hidup. Ketika sifat fleksibel itu dipadukan dengan semangat robyong yang penuh pertumbuhan, seseorang dipercaya dapat mencapai keseimbangan antara dunia lahir dan batin.
Pada akhirnya, filosofi Keris Sinom Robyong menegaskan bahwa sebuah permulaan yang baik, dipandu oleh hati yang ringan dan tekad yang kuat, akan membawa seseorang menuju kehidupan yang berkembang, harmonis, dan penuh pancaran kebaikan. Keris ini bukan sekadar pusaka, melainkan pengingat akan pentingnya selalu bertumbuh dan memperluas kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.
P017
Keris Sinom Robyong Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.201 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Kidang Soka Luk 11 Pamor Banyu Mili Dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno disebutkan bahwa Kidang Soka merupakan salah satu dhapur keris yang kaya ricikan. Pada umumnya, dhapur ini dilengkapi dengan sekar kacang, jalen, lambe gajah dua, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan greneng, serta memiliki variasi luk seperti luk… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Brojol Dwi Pamor Sepuh Dhapur Brojol merupakan dhapur keris lurus yang menonjolkan kesederhanaan bentuk dan keteguhan makna. Tanpa luk dan tanpa ornamen berlebihan, Brojol melambangkan kelugasan, kejujuran niat, serta kesiapan seseorang untuk menapaki laku hidup dengan hati yang bersih. Keistimewaan keris ini terletak pada Dwi Pamor yang berpadu dalam satu bilah. Pamor Triman, dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Dhapur Tilam Upih TILAM UPIH, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Kyai Bagong Astrajingga Kamardikan Kontemporer Keris ini bukan termasuk Pusaka sepuh, ia adalah Pusaka Kamardikan dengan gaya kontemporer. Kami pesan khusus kepada salah seorang Empu dengan ornamen yang berupa sosok Bagong. Bagong adalah tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Ia melambangkan kritik sosial dan kecerdasan yang dibalut kepolosan. Ornamen Bagong pada keris mengajarkan bahwa kebenaran… selengkapnya
Rp 7.200.000Dhapur Sempaner Sempaner merupakan salah satu dhapur keris lurus dalam khazanah perkerisan Jawa. Bentuknya menghadirkan karakter yang sederhana, tegas, dan tidak berlebihan dalam ricikan. Kesederhanaan ini memberikan ruang bagi kita untuk mengamati karakter bilah secara lebih mendalam, baik dari segi bentuk, garap, maupun keselarasan keseluruhannya. Secara filosofis, nama Sempaner dapat dijadikan bahan perenungan tentang pentingnya… selengkapnya
Rp 9.000.000Dhapur Tilam Upih Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih kerap dikaitkan dengan gambaran alas atau tempat beristirahat yang sederhana. Dalam pemaknaan tradisional, dhapur ini sering dihubungkan dengan harapan akan ketenteraman rumah tangga, keharmonisan keluarga, dan kecukupan dalam menjalani kehidupan. Filosofi tersebut mengingatkan… selengkapnya
Rp 3.700.000Dhapur Brojol Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang relatif sederhana. Karakternya yang tidak banyak menampilkan ragam ricikan menjadikan dhapur ini menarik untuk diamati dari sisi keselarasan bentuk dan garap bilahnya. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Brojol kerap dikaitkan dengan makna kelahiran, kelancaran, dan harapan agar seseorang dapat melewati berbagai tahapan kehidupan… selengkapnya
Rp 6.000.000Keris Balebang Luk 7 Bali Sepuh FILOSOFI berasal dari kata Bale (bangunan) Kambang (terapung di atas air), yaitu bangunan yang terdapat pada bagian tengah kolam yang digunakan untuk kepentingan anggota kerajaan. Kedua unsur kata “Bale” dan “Kambang” tersebut tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu bangunan tertentu. Bale Kambang dulunya adalah… selengkapnya
Rp 4.500.000










Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.