● online
Tombak Korowelang Mataram Senopaten
Rp 1.500.000| Kode | TAG251 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Korowelang, Tombak |
| Jenis | : Tombak Luk 11 |
| Dhapur | : Korowelang |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Senopaten |
| Warangka | : Tutup Tombak, Kayu Waru |
| Handle/Hulu | : Landeyan Panukup, Kayu Sono |
Tombak Korowelang Mataram Senopaten
Dhapur Tombak Korowelang
Dhapur Karawelang berakar kuat dalam kisah pewayangan, yakni sebagai pusaka milik Prabu Pandu Dewanata yang kemudian diwariskan kepada Puntadewa, sulung Pandhawa. Tombak ini lahir dari kisah agung “Semar Mbangun Kahyangan”, sebuah alegori spiritual tentang pembangunan jiwa kesatriya, bukan sekadar pembangunan alam dewa.
Terciptanya Tombak Karawelang berasal dari jasad Arya Karawelang, salah satu musuh kahyangan yang gugur oleh kehendak dharma. Dari peristiwa ini, tombak Karawelang dimaknai sebagai simbol ketajaman yang telah disucikan—ketajaman hati, pikiran, dan pandangan hidup. Dalam laku kesatriyaan, dhapur ini mengajarkan bahwa ketegasan sejati harus lahir dari kejernihan batin, bukan dari hawa nafsu atau kesewenang-wenangan.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah atau “beras tumpah” menampilkan titik-titik pamor kecil yang tersebar alami, menyerupai butiran beras yang tercecer. Dalam filosofi Jawa, beras adalah lambang panguripan—sumber kehidupan. Ketika beras itu wutah, maknanya bukan sekadar kehilangan, melainkan pengingat tentang nilai rezeki, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan hidup.
Pamor ini juga berfungsi sebagai pameling. Seperti pepatah Jawa, “beras wutah angel bali marang takere”, sesuatu yang telah tercecer—terutama kepercayaan dan rasa—tidak mudah kembali seperti sediakala. Karena itu, Wos Wutah menuntun pemilik pusaka agar menjaga laku, tutur, dan kejujuran, baik dalam rumah tangga, kepemimpinan, maupun hubungan sosial, agar keberkahan tidak tercerai-berai.
Tangguh Mataram Senopaten
Tangguh Mataram Senopaten merupakan masa penting dalam sejarah Jawa, ketika Danang Sutawijaya mendirikan Mataram sebagai kelanjutan ruh Majapahit yang berpadu dengan Islam pedalaman. Para empu pada masa ini adalah pewaris keilmuan Majapahit, sehingga karakter tosan aji—termasuk tombak—masih membawa napas lama yang tegas, matang, dan berwibawa.
Ciri khas tangguh ini tampak pada besi yang padat dan semu nglei, tantingan yang ringan, serta kesan pusaka yang luwes namun wingit. Bentuknya tidak berlebihan, pamornya halus dan hidup, mencerminkan masa akulturasi di mana nilai Hindu-Buddha dan Islam tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan. Tombak Karawelang bertangguh Mataram Senopaten dengan demikian menjadi saksi peralihan peradaban—sebuah pusaka yang menyimpan sejarah, spiritualitas, dan jati diri budaya Jawa.
TAG251
Tombak Korowelang Mataram Senopaten
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.343 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tombak Biring Jaler Sepuh Nama lainnya dalah Biring Lanang dimana dhapur tombak ini mempunyai arti atau konotasi yang sadis. Nama sesungguhnya adalah Biring ing Palanangan, dari asal kata biri artinya kebiri (dikebiri), ing artinya untuk atau pada, sedangkan palanangan berarti kemaluan laki-laki. Jadi artinya adalah tombak sebagai senjata untuk mengebiri kemaluan laki-laki. Orang barangkali tidak… selengkapnya
Rp 950.000Tongkat Komando Isi Tombak Biring Jaler Biring Jaler tersusun dari dua unsur kata yang sarat makna simbolik.Kata “biring” dalam khazanah Jawa merujuk pada garis, deret, atau alur yang lurus dan tegas—sering pula dipahami sebagai penunjuk arah, penegasan batas, atau tanda yang jelas tanpa keraguan. Dalam konteks senjata pusaka, biring melambangkan ketepatan, fokus, dan konsistensi laku:… selengkapnya
Rp 2.000.000Tombak Seken Biring Jaler Sepuh Dhapur tombak Biring Jaler, yang juga dikenal sebagai Biring Lanang, memiliki nama asli Biring Ing Palanangan. Secara etimologis, istilah ini tersusun dari kata biri yang berarti kebiri, ing yang berarti untuk atau pada, serta palanangan yang berarti kemaluan laki-laki. Jika disatukan, maknanya menjadi “tombak sebagai senjata untuk mengebiri kemaluan laki-laki.”… selengkapnya
Rp 850.000Keris Korowelang Mataram Amangkurat Sebuah pusaka langka yang kini kian jarang dijumpai. Pada bilahnya, ricikan klasik seperti sekar kacang masih tampak nggelung anggun, memancarkan keindahan di tengah kegagahan. Disusul oleh jalen, lambe gajah, pejetan, serta tingil yang menjadi ciri khasnya—meski kini mulai aus, meninggalkan jejak waktu yang halus dan jujur. Pasikutan pusaka ini membawa wibawa… selengkapnya
Rp 5.500.000Dhapur Korowelang Korowelang adalah singkatan dari “Perkoro piweling lan piwulang”, yang memiliki makna sebagai nasehat dan ajaran untuk mengingatkan kita bahwa waktu (kolo) tidak akan pernah bisa kembali. Tombak dan Keris Korowelang juga sering disebut Kolowelang yang berasal dari kata “Kolo/Kala” yang artinya waktu dan “Welang” adalah nama ular berbisa yang mematikan. Pesan yang tersirat… selengkapnya
Rp 25.000.000














Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.