● online
- Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Beras Wutah
- Keris Tilam Sari Pamor Sumur Sineba
- Keris Dholog Luk 5 Cirebon Sultan Agung
- Keris Brojol Pamor Kendit Cirebon Sepuh
- Keris Sempono Bungkem Pamor Slewah
- Keris Brojol Kinatah Emas Rerajahan
- Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas
- Keris Panimbal Kinatah Emas Pamor Untu Walang
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Rp 100.000.000| Kode | P119 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Jalak Ngore, Keris |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Jalak Ngore |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana |
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
Dhapur Jalak Ngore
Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang tansah ngawe ngawe ngupaya boga, kinarya anyekapi ing bab kabetahanipun. Dhumateng tuk sumberipun, asal usulipun, inggih punika wangsul dhateng susuhipum ambekta kabetahaning gesangipun.
Terjemahan secara bebas : Bagi Orang Jawa, burung merupakan symbol pelipur duka, memberikan rasa senang dihati, menghilangkan rasa kejengkelan hati, sedangkan gambaran sosoknya, dimana kepakan sayapnya melambai lambai sambil mengepakkan sayap bersuara dengan keras ( Ngore) merupakan usaha dalam mencari pangan( nafkah) untuk memenuhi kebutuhan. Burung yang telah mendapatkan pangan kemudian pulang kembali ke sarangnya ( Rumah dan Keluarganya).
Jalak merupakan burung peliharaan dalam masyarkat jawa yang mempunyai kepekaan tinggi terhadap lingkungannya dan sesuatu ha lasing yang dijumpai (Wasoada). Dalam mencari makan, burung jalak mempunyai sifat saling menguntungkan (tidak merugikan orang lain). DI sisi lain, Jalak merupakan burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Kata Ngore dapat berasal dari kata “Mudhar”, yang berarti mengurai. Ngore mempunyai makna aktif bergerak melepaskan dari kesulitan / keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Hal ini Juga berorientasi pada ketekunan.
Kinatah Taman Sari
Kinatah Taman Sari merupakan salah satu bentuk seni ukir tradisional bernilai tinggi yang digunakan untuk menghiasi berbagai benda pusaka, busana, maupun perhiasan kerajaan. Istilah kinatah merujuk pada teknik menghias permukaan logam, kayu, atau kain dengan menempelkan atau mengukir lembaran emas dan perak hingga membentuk motif yang berkilau dan penuh makna.
Teknik ini menuntut tingkat ketelitian yang tinggi. Setiap guratan dan ukiran dibuat dengan tangan, melahirkan pola-pola indah seperti bunga, daun, burung, dan bentuk-bentuk geometris yang menggambarkan harmoni, kesucian, dan kehalusan budi. Lapisan emas atau perak tersebut ditempel menggunakan getah alami atau perekat tradisional, menjadikannya menyatu sempurna dengan permukaannya.
Pada masa lampau, Kinatah Taman Sari menjadi simbol kemegahan dan kebangsawanan. Ia hadir menghiasi pakaian para bangsawan, gagang serta warangka keris, perhiasan, hingga perlengkapan upacara adat. Setiap ukiran bukan sekadar hiasan, melainkan perwujudan nilai-nilai luhur—tentang kemuliaan, kebijaksanaan, dan kehormatan.
Kini, seni kinatah masih lestari dan terus diwariskan oleh para perajin yang menjaga tradisinya dengan penuh dedikasi. Ia tetap hidup dalam busana adat, karya seni, dan benda pusaka yang menjadi kebanggaan budaya Nusantara.
Sebagai salah satu warisan luhur bangsa, Kinatah Taman Sari telah diakui dunia sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019—pengakuan atas keindahan, kehalusan rasa, dan keagungan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
P119
Keris Jalak Ngore Kinatah Emas Taman Sari
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.838 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Kul Buntet Sekar Lampes Mendapatkan pusaka sekelas ini kini menjadi hal yang semakin langka. Di era digital seperti sekarang, ketika literasi dan informasi begitu mudah diakses, banyak orang mulai memahami dan menelusuri dunia tosan aji dengan lebih cermat. Mereka tahu membedakan mana keris yang sekadar indah, mana yang benar-benar langka, dan mana… selengkapnya
Rp 15.000.000Dhapur Jalak Ngore Keris dapur jalak ngore secara umum merupakan simbolisasi pencapaian kebahagiaan dan melepaskan dari segala permasalahan hidup ( terkait dengan nafkah). Burung Jalak menurut pandangan orang jawa : Kukila Tumraping tiyang Jawi, mujudaken simbul panglipur, saget andayani renaning penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg, sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun : pindha keblaking swiwi kukila, ingkang… selengkapnya
Rp 3.500.000Dhapur ParungsariParungsari adalah dhapur keris berluk tiga belas dengan perawakan bilah sedang. Dhapur ini dilengkapi ricikan kembang kacang, lambe gajah dua, sogokan rangkap, pejetan, sraweyan, serta greneng yang tertata seimbang. Secara bentuk, Parungsari kerap disamakan dengan dhapur Sengkelat. Namun pembeda utamanya terletak pada keberadaan dua lambe gajah, yang menjadi penanda khas Parungsari dan memberi kesan… selengkapnya
Rp 4.500.000Dhapur Keris Tilam Upih Menurut kitab sejarah Narendra Ing Tanah Jawi (1928) dhapur Tilam Upih (diberi nama Jaka Piturun) dibuat bebarengan dengan dhapur Balebang (diberi nama Pamunah) pada tahun 261 Saka pada era pemerintahan Nata Prabu Dewa Budhawaka. Dhapur Tilam Upih merupakan dhapur yang paling populer di seluruh wilayah Nusantara dan relatif bisa dijumpai pada… selengkapnya
Rp 3.000.000Dhapur Panji Anom Dhapur Keris Panji Anom atau Panji Nom dikenal dengan salah satu keris yang memiliki bentuk lurus ini merupakan salah satu pusaka yang masih dicari oleh kebanyakan orang terutama untuk para pecinta keris. Bentuk dari keris pusaka panji anom ini seperti membungkuk dan mempunyai ukuran panjang yang sedang, permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris… selengkapnya
Rp 25.500.000Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Keris Sinom Robyong adalah salah satu pusaka yang sarat makna, terutama dalam kaitannya dengan harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan hidup. Nama sinom berasal dari kata “enom” atau “muda,” yang melambangkan semangat baru, kesegaran, dan permulaan yang dipenuhi harapan. Sementara itu, robyong berarti “berkembang,” “menyebar,” atau “memenuhi ruang,” layaknya tunas muda… selengkapnya
Rp 6.000.000Dhapur Santan Keris Dhapur Santan adalah satu dhapur keris luk 11 yang sekarang sangat jarang dijumpai dan termasuk dhapur langka. Memiliki ricikan pejetan, tikel alis, sogokan depan, kembang kacang, lambe gajah, greneng. Pada tahun jawa 522, Empu Sugati membuat pusaka ber-dhapur Santan dan Karacan atas perintah dari Prabu Kala di Negeri Purwacarito, Prabu Kala merupakan… selengkapnya
Rp 4.111.000Dhapur Carang Soka Keris Carang Soka memuat perpaduan makna mendalam antara kata carang yang berarti ranting dan soka yang merujuk pada kesedihan, sehingga melahirkan gambaran filosofis tentang ranting yang bersedih namun tetap bertahan. Di balik citra itu, tersimpan pesan tentang seseorang yang melalui perjalanan duka tetapi mampu menemukan kekuatan batin untuk terus melangkah. Filosofi Carang… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Udan Mas Tangguh Tuban Sepuh Menurut kisah tutur, Sunan Kalijaga pernah memberikan wejangan kepada para pengikutnya bahwa keris pertama yang sebaiknya dimiliki adalah Keris Tilam Upih. Sekilas, pilihan ini tampak ganjil. Mengapa bukan keris-keris yang dianggap lebih indah dan megah, seperti Sengkelat dengan lekuk tiga belas yang memikat, Pasopati dengan lambang kesatrianya, atau Megantara… selengkapnya
Rp 25.000.000
























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.