● online
Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas
Rp 100.000.000| Kode | P122 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Keris, Paksi Naga Liman |
| Jenis | : Keris Luk 5 |
| Dhapur | : Paksi Naga Liman |
| Pamor | : Uler Lulut |
| Tangguh | : Kesultanan Cirebon |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana |
Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas
Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas
Secara prejengan-nya, pusaka ini tampil dengan kemegahan yang sulit diabaikan.
Indah, anggun, dan seolah memancarkan kesempurnaan dari setiap sisinya.
Mulai dari material besi dan pamornya yang luar biasa, pasikutannya yang gagah, hingga ornamen tinatah emas yang menegaskan kewibawaannya.
Motif pamor Uler Lulut yang menjalar di sepanjang bilah tampak hidup — bagaikan garis kehidupan yang menari di permukaan pusaka.
Segala detailnya seolah berbicara dalam diam: bahwa pusaka ini telah mencapai titik kesempurnaan.
Bukan sekadar indah dalam rupa, tetapi juga sarat dengan makna simbolik dan sejarah panjang yang menghidupi setiap goresannya.
Jika diperhatikan dengan saksama, ornamen yang tergurat pada bilahnya merupakan perpaduan dari tiga makhluk mitologis:
Liman, sang gajah yang melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan;
Paksi, burung penjelajah langit yang menjadi simbol kebebasan dan spiritualitas;
serta Naga, makhluk penjaga dunia bawah yang melambangkan kekuatan bumi, kesuburan, dan keseimbangan alam.
Tiga unsur itu berpadu menjadi satu sosok hibrid — Paksi Naga Liman — lambang kesempurnaan dan harmoni antara tiga lapisan kehidupan: dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah.
Bagi masyarakat tradisional, mitologi seperti ini bukan sekadar dongeng.
Ia adalah napas kehidupan — panduan tentang bagaimana manusia bersikap, berbicara, berperilaku, bahkan memimpin.
Dalam setiap langkah dan upacara, dalam kesenian maupun pemerintahan, mitos hidup sebagai pedoman batin yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dan Cirebon, sebagai pusat kebudayaan pesisir Jawa, menyimpan mitos Paksi Naga Liman begitu kuat.
Imaji makhluk ini menjelma dalam beragam bentuk seni: dari motif batik Megamendung, lukisan kaca khas Cirebon, hingga relief, prangko, bahkan ornamen rumah-rumah tua.
Bahkan dalam hal yang sederhana, seperti mainan anak atau ukiran di pintu, jejaknya tetap hidup.
Kini, jejak itu hadir kembali dalam wujud sebilah pusaka — keris Paksi Naga Liman — yang seolah menyatukan warisan, doa, dan daya spiritual leluhur.
Konon, pada masa Sunan Gunung Jati memimpin Kesultanan Cirebon, beliau memiliki sebilah keris dengan dhapur yang sama.
Keris itu dikisahkan merupakan karya Empu Suro, empu legendaris sekitar tahun 1445 Masehi, yang dikenal memiliki kepekaan batin luar biasa — mencipta pusaka yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berjiwa.
Secara historis, sosok Paksi Naga Liman mencerminkan akulturasi tiga kebudayaan besar yang membentuk peradaban Cirebon:
dari Islam, hadir nilai ketauhidan dan spiritualitas mendalam;
dari India, melalui ajaran Hindu dan dharma, datang konsep keseimbangan kosmis;
dan dari Tiongkok, mengalir kebijaksanaan harmoni ala Kong Hu Chu.
Tiga arus besar itu berpadu, melahirkan satu bentuk ekspresi luhur yang hanya dapat tumbuh di tanah Cirebon.
Karenanya, Paksi Naga Liman bukan sekadar simbol, melainkan perwujudan multikulturalisme Nusantara — lambang penyatuan berbagai nilai dalam satu harmoni yang utuh.
Ia mengajarkan kita bahwa kebesaran tidak lahir dari satu sumber, tetapi dari kemampuan menerima, memadukan, dan menyatukan perbedaan tanpa kehilangan jati diri.
Dan pada sebilah pusaka seperti ini, semua itu seakan hidup.
Setiap lekuk luk, setiap guratan kinatah emas, setiap garis pamor Uler Lulut, seolah menyimpan pesan abadi:
tentang kekuatan yang tidak harus keras, kebijaksanaan yang tidak perlu lantang, dan keharmonisan yang justru lahir dari keberagaman.
Paksi Naga Liman bukan hanya mitos — ia adalah pesan leluhur tentang keseimbangan semesta:
antara langit, bumi, dan manusia;
antara logika, rasa, dan spiritualitas.
Sebuah pusaka yang mengajarkan bahwa kesempurnaan sejati bukan terletak pada bentuk,
melainkan pada harmoni yang hidup di dalam jiwa.
P122
Keris Paksi Naga Liman Kinatah Emas
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.488 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Tilam Sari Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan… selengkapnya
Rp 26.000.000Keris Panimbal Kinatah Emas Pamor Untu Walang Dhapur Panimbal merupakan salah satu bentuk keris luk sembilan yang memiliki ciri khas fisik yang mudah dikenali. Bilahnya berukuran sedang dengan pemukaan memakai ada-ada, sehingga tampilannya tampak nggigir lembu. Ricikan yang menyertai di antaranya kembang kacang, lambe gajah, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, serta greneng. Dhapur ini termasuk… selengkapnya
Rp 55.000.000Dhapur Singa Sangu Tumpeng Singa Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris yang cukup langka. Ia termasuk jenis dhapur ganan yang banyak dicari oleh para pecinta tosan aji. Secara ricikan, dhapur Singa Sangu Tumpeng itu memiliki ciri khas yang sangat mudah ditengarai yakni ornaman singa lar atau singa bersayap pada gandiknya, lalu untuk ricikan lainnya… selengkapnya
Rp 65.000.000Keris Sengkelat Corok Kinatah Emas Sengkelat ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton… selengkapnya
Rp 50.000.000Dhapur Sura Luk 9 Keris di belahan Nusantara ini secara umum memang memiliki dasar aspek yang sama. Namun pada beberapa daerah tertentu memiliki gaya atau style yang khas dan berbeda-beda. Salah satunya adalah keris dengan tangguh Bugis ini. Secara bentuk dasar ia tetap memenuhi aspek keris yang sama, namun secara khusus ia memiliki karakteristik yang… selengkapnya
Rp 3.500.000




























Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.